KLATEN — Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Klaten memasuki babak baru. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Sridaya Amanah Sejahtera Klaten Tengah resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan 16 sekolah penerima manfaat pada Jumat (24/04/2026).
Penandatanganan kerja sama ini menjadi landasan hukum dan operasional untuk menjamin kualitas asupan gizi bagi ribuan siswa di wilayah Klaten Tengah yang akan dimulai secara efektif pada awal Mei mendatang.
Standar Gizi dan Mekanisme Pengawasan Ketat
MoU tersebut mengatur secara rinci hak dan kewajiban kedua belah pihak, mencakup jadwal distribusi, standar komposisi menu, hingga mekanisme pengawasan mutu. Pada tahap awal, SPPG akan melayani sekitar 2.000 siswa dengan standar menu yang disusun oleh ahli gizi.
Setiap porsi makanan dipastikan memenuhi unsur 4 sehat 5 sempurna, terdiri dari nasi, lauk protein hewani, sayur, buah, dan susu. Seluruh proses pengolahan dilakukan di dapur SPPG dengan standar higienis yang diawasi langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Kesiapan Infrastruktur dan Sertifikasi
Pimpinan Yayasan Sridaya Amanah Sejahtera, Bambang Sridaya, menegaskan bahwa pihaknya telah memiliki infrastruktur yang mumpuni dan pengalaman dalam mengelola dapur MBG.
“Semua sudah disiapkan, termasuk peralatan dan sertifikasi. Baik Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) maupun sertifikasi halal, kami sudah siap semua,” ujar Bambang.
Ia juga menambahkan bahwa selain meningkatkan kualitas gizi siswa, program ini memberikan dampak ekonomi positif dengan menyerap tenaga kerja lokal di wilayah sekitar.
Antisipasi Keamanan Pangan
Menanggapi isu keamanan pangan yang sempat terjadi di daerah lain, Bambang memastikan bahwa pengawasan dari BGN sangat ketat dan tidak memberikan ruang bagi pelanggaran prosedur.
“Pengawasan sangat ketat, kami harus menyesuaikan dengan petunjuk teknis (juknis) dan SOP yang ada. Jika tidak sesuai, risikonya adalah penutupan operasional. BGN memantau kami secara terus-menerus,” tegasnya.
Agenda Penyaluran
Sebagai langkah awal sebelum peluncuran resmi pada 4 Mei 2026, pihak SPPG akan melaksanakan uji coba (trial) penyaluran mulai Senin pekan depan. Dalam acara penandatanganan tersebut, para kepala sekolah juga berkesempatan meninjau langsung area dapur untuk melihat standar sterilisasi alat dan proses pencucian bahan baku guna memastikan transparansi pengelolaan pangan.
Diharapkan, sinergi antara yayasan, sekolah, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan ini dapat berjalan lancar demi mencetak generasi Klaten yang lebih sehat dan berprestasi.














