Inklusivitas “Persebaya untuk Semua”: Azrul Ananda Bagikan Polo AZA untuk Puluhan Penjual Nasi Goreng Manukan

SURABAYA — Kawasan Manukan, Surabaya Barat, kini memiliki pemandangan baru yang unik. Deretan penjual nasi goreng yang biasanya hanya dikenal karena cita rasanya, kini tampil kompak layaknya penghuni tribun stadion. Julukan “Tribun Sego Goreng” pun layak disematkan setelah puluhan pedagang di sentra kuliner tersebut resmi mengenakan atribut seragam dari Persebaya.

Inisiatif ini merupakan langkah nyata dari kampanye “Persebaya untuk Semua” yang digagas oleh manajemen tim kebanggaan arek-arek Suroboyo.

Berawal dari Obrolan di Pinggir Jalan

Lahirnya seragam khusus ini bermula dari kunjungan mendadak Presiden Persebaya, Azrul Ananda, bersama keluarga ke sentra kuliner kaki lima di Manukan beberapa waktu lalu. Sembari menikmati hidangan, Azrul terlibat obrolan hangat dengan para pedagang mengenai perkembangan Green Force.

Melihat kekompakan para pedagang yang berjualan dalam satu deretan dan selalu ramai pembeli, muncul ide dari Azrul untuk memberikan apresiasi berupa seragam bertema Persebaya.

“Mereka di sana itu kompak. Satu deretan semuanya menjual nasi goreng, dan semuanya ramai,” kenang Azrul.

Teknologi Kain untuk Kenyamanan Pedagang

Mengingat aktivitas penjual nasi goreng yang bersinggungan langsung dengan panas kompor dan keringat, tim AZA (apparel resmi Persebaya) mendesain polo dengan spesifikasi khusus. Polo tersebut menggunakan bahan drifit waffle dengan gramasi 130–140 yang dikenal ringan dan breathable.

“Kainnya memiliki struktur berongga untuk meningkatkan sirkulasi udara sehingga tidak mudah menempel ke kulit. Dilengkapi pula dengan teknologi moisture-wicking yang menyerap keringat lebih cepat,” jelas Arief Rahman Hakim, Senior Manager Persebaya Store dan brand AZA.

Secara desain, polo ini memiliki panel samping yang memberikan siluet ramping serta kerah fleksibel yang cocok digunakan untuk bekerja maupun acara komunitas.

Simbol Kebersamaan yang Inklusif

Kehadiran seragam ini menegaskan identitas para pedagang sebagai bagian dari keluarga besar Bonek. Program ini membuktikan bahwa Persebaya tidak hanya hadir di dalam stadion, tetapi juga menyentuh denyut nadi ekonomi rakyat kecil.

“Ini bukan sekadar seragam. Polo ini memberikan kenyamanan saat bekerja sekaligus menegaskan identitas mereka sebagai bagian dari komunitas Persebaya,” tambah Hakim.

Kini, para pelanggan di Manukan tidak hanya disuguhi aroma nasi goreng yang menggoda, tetapi juga pemandangan semangat fanatisme hijau yang inklusif di sepanjang jalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *