JOMBANG – Warga Desa Tondowulan, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, menggelar tradisi Sedekah Bumi yang dikemas dalam Malam Tasyakuran dan Doa Bersama sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang melimpah pada tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Punden Bumi Trowulan, Dusun Ngemplak, Kamis malam (28/5/2026), diikuti ratusan warga dengan penuh khidmat. Acara dimulai pukul 19.00 WIB dan berlangsung dalam suasana guyub, sakral, serta sarat nilai kebersamaan.
Dihadiri Tokoh Masyarakat dan Anggota DPRD
Selain masyarakat setempat, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, aparatur pemerintahan desa, serta Anggota DPRD Kabupaten Jombang Fraksi Gerindra, Iwan Trisaksono.
Turut hadir pula unsur Tiga Pilar Desa Tondowulan yang terdiri dari Kepala Desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Sedekah Bumi Sebagai Wujud Syukur
Kepala Desa Tondowulan, Wijonarko, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tradisi Sedekah Bumi bukan sekadar kegiatan adat tahunan, melainkan bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dan hasil panen yang diperoleh masyarakat.
“Sedekah bumi ini bukan sekadar rutinitas atau pesta adat semata, melainkan simbol rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT atas berkah bumi dan hasil panen yang melimpah di tahun 2026 ini. Melalui momentum ini, mari kita perkuat tali silaturahmi, gotong royong, dan saling berbagi antarsesama warga,” ujar Wijonarko.
Doa Bersama untuk Kemakmuran Desa
Suasana semakin khusyuk saat seluruh warga mengikuti doa bersama. Dalam doa tersebut, masyarakat memanjatkan harapan agar lahan pertanian tetap subur, hasil panen semakin meningkat, serta seluruh warga Desa Tondowulan senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan.
Tradisi Sedekah Bumi yang terus dilestarikan masyarakat Desa Tondowulan ini menjadi simbol kuatnya nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur yang diwariskan secara turun-temurun.
Berlangsung Aman dan Kondusif
Rangkaian kegiatan Malam Tasyakuran dan Doa Bersama berlangsung dengan tertib hingga selesai. Kehadiran berbagai elemen masyarakat, tokoh politik, dan aparat desa turut mencerminkan harmonisasi serta semangat kebersamaan yang masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat.
Tradisi tahunan ini diharapkan terus menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus menjaga kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Desa Tondowulan.












