RSU Cakra Husada Klaten Gencarkan Edukasi Lansia Lewat Prolanis, Waspadai Diabetes dan Hipertensi sebagai “Silent Killer”

KLATEN – Diabetes melitus dan hipertensi masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia (lansia). Kedua penyakit kronis tersebut dikenal sebagai “silent killer” karena sering berkembang tanpa gejala yang jelas, namun berisiko menimbulkan komplikasi berat seperti stroke, gagal ginjal, penyakit jantung, hingga kematian.

Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan pengendalian penyakit kronis, RSU Cakra Husada Klaten terus memperkuat pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Program tersebut berfokus pada edukasi, pendampingan, pemantauan kesehatan, serta deteksi dini agar penyandang penyakit kronis tetap memiliki kualitas hidup yang baik dan terhindar dari komplikasi.

Ratusan Lansia Ikuti “Harmoni Sehat Usia Senja”

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Harmoni Sehat Usia Senja” yang digelar di Klaten Town Square, Jumat (10/7/2026).

Sekitar 100 peserta Prolanis mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan, mulai dari senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga penyuluhan mengenai pencegahan penyakit kronis.

Suasana kegiatan berlangsung antusias. Para peserta tidak hanya mengikuti pemeriksaan kesehatan, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat di usia lanjut.

Olahraga Rutin Bantu Kendalikan Penyakit Kronis

Senam lansia dipandu oleh pelatih RSU Cakra Husada, Heruwanto, yang menjelaskan bahwa aktivitas fisik ringan namun dilakukan secara rutin memiliki manfaat besar dalam menjaga kesehatan lansia.

Menurutnya, gerakan senam yang diberikan telah disesuaikan agar aman dilakukan oleh peserta lanjut usia.

“Gerakan senam ini khusus dirancang aman untuk lansia. Tujuannya melancarkan peredaran darah, menjaga kebugaran, dan membuat organ tubuh tetap berfungsi optimal,” ujar Heruwanto.

Ia menambahkan, kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor yang memicu meningkatnya kasus diabetes dan hipertensi.

Karena itu, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga secara rutin, pemeriksaan kesehatan berkala, pengelolaan stres, serta tetap aktif bersosialisasi.

Deteksi Dini Jadi Kunci Pencegahan Komplikasi

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSU Cakra Husada Klaten, dr. Debora Marga Pangestika, Sp.PD, mengatakan penyakit degeneratif hingga kini masih mendominasi masalah kesehatan pada kelompok lansia di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa tingginya angka komplikasi akibat diabetes sebenarnya dapat ditekan apabila masyarakat melakukan deteksi dini dan mengendalikan faktor risiko sejak awal.

“Komplikasi berat sebenarnya bisa dicegah. Kuncinya disiplin melakukan deteksi dini dan mengontrol faktor risiko sejak awal. Lewat Prolanis kami ingin memastikan pasien kronis mendapatkan edukasi, pendampingan, dan tetap memiliki kualitas hidup yang baik,” jelas dr. Debora.

Dorong Lansia Tetap Sehat dan Produktif

Melalui kegiatan edukasi tersebut, RSU Cakra Husada Klaten mengajak masyarakat untuk lebih mengutamakan upaya pencegahan dibandingkan pengobatan.

Konsistensi menjalankan pola hidup sehat, rutin berolahraga, menjaga pola makan, serta melakukan kontrol kesehatan secara berkala diyakini mampu menekan risiko penyakit kronis sekaligus meningkatkan kualitas hidup para lansia.

Dengan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan melalui Program Prolanis, diharapkan semakin banyak lansia di Kabupaten Klaten yang dapat menjalani masa tua secara sehat, aktif, mandiri, dan tetap produktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *