Universitas Nasional Anugerahkan Gelar Profesor Kehormatan Kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon

JAKARTA — Universitas Nasional (Unas) secara resmi mengukuhkan Menteri Kebudayaan RI, Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc., sebagai Profesor Kehormatan (Prof. Hon) dalam Sidang Terbuka Senat Akademik di Auditorium Universitas Nasional, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Gelar ini merupakan penghargaan akademik tertinggi atas dedikasi, rekam jejak intelektual, serta kontribusi nyata Fadli Zon dalam bidang kebudayaan, sejarah, dan pembangunan peradaban bangsa.

Pengakuan Atas Konsistensi Intelektual

Rektor Universitas Nasional, El Amry Bermawi Putera, menegaskan bahwa pengukuhan ini didasarkan pada kajian mendalam terhadap kepakaran dan integritas Fadli Zon. Kiprahnya dinilai selaras dengan nilai-nilai yang diwariskan oleh Sutan Takdir Alisjahbana (STA), salah satu pendiri Unas.

“Pengukuhan ini adalah pengakuan akademik atas ketekunan Dr. Fadli Zon dalam memperjuangkan jati diri bangsa. Kebudayaan harus ditempatkan sebagai fondasi pembangunan peradaban Indonesia,” ujar Rektor El Amry.

Fadli Zon tercatat telah menghasilkan lebih dari 40 buku serta berbagai jurnal ilmiah. Selain itu, komitmennya melalui pendirian Fadli Zon Library dan rumah budaya telah menyelamatkan ribuan naskah kuno serta artefak bersejarah yang diakui secara internasional.

Orasi Kebudayaan: Reinventing Indonesian Identity

Dalam orasi ilmiahnya, Profesor Kehormatan Fadli Zon memaparkan gagasan strategis mengenai pentingnya upaya “Reinventing Indonesian Identity”. Ia menekankan bahwa Nusantara bukan sekadar negara-bangsa modern, melainkan sebuah “Civilizational-State” (Negara Peradaban) yang berdiri di atas fondasi megadiversity.

“Upaya ini adalah wujud penguatan kembali posisi Indonesia sebagai episentrum peradaban dunia. Jejak arkeologis membuktikan Nusantara adalah panggung vital dalam evolusi umat manusia,” tegas Fadli Zon.

Ia juga memperkenalkan konsep The Power of Culture sebagai jalan tengah (solusi) di tengah kompleksitas persoalan sosial, politik, dan ekonomi global. Menurutnya, budaya berfungsi sebagai kompas moral yang memastikan pembangunan tetap berakar pada jati diri bangsa.

Dihadiri Tokoh Bangsa dan Pejabat Negara

Prosesi pengukuhan ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting nasional, di antaranya:

  • Ahmad Muzani (Ketua MPR RI)

  • Zulkifli Hasan (Menko Bidang Pangan)

  • Yusril Ihza Mahendra (Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan)

  • Giring Ganesha (Wakil Menteri Kebudayaan)

  • Arif Satria (Kepala BRIN)

  • Serta para Duta Besar negara sahabat dan jajaran sivitas akademika Universitas Nasional.

Penetapan gelar ini memperkuat posisi Fadli Zon sebagai politisi-akademisi yang secara konsisten merawat memori kolektif bangsa melalui karya dan aksi nyata. Penganugerahan ini diharapkan mampu mempererat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam membangun ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *