Tragis! Ibu di Plampang Sumbawa Diduga Bakar Anak Sendiri Saat Tidur, Korban Histeris Kesakitan

SUMBAWA — Masyarakat Dusun Pisang Kemang, Desa Sepakat, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, digemparkan oleh peristiwa memilukan pada Minggu (22/2/2026). Seorang ibu diduga tega menyiramkan bensin dan membakar anak kandungnya sendiri yang saat itu tengah terlelap tidur.

Kejadian ini menyita perhatian publik setelah video penanganan medis korban beredar luas di media sosial, memperlihatkan kondisi korban yang menderita luka bakar serius.

Warga Dengar Teriakan Histeris

Aksi nekat tersebut pertama kali terungkap saat warga sekitar dikagetkan oleh teriakan histeris korban dari dalam rumah. Mendengar jeritan minta tolong yang memecah keheningan, warga bergegas menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan.

Saksi mata di lokasi segera mengevakuasi korban yang mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya ke Puskesmas Plampang guna mendapatkan penanganan medis darurat. Dalam rekaman video yang beredar, korban tampak terus berteriak kesakitan akibat rasa panas yang luar biasa dari luka bakar yang dideritanya.

Konfirmasi Pihak Kepolisian

Kasi Humas Polres Sumbawa, Ipda Mulyawansyah, membenarkan adanya laporan mengenai insiden berdarah tersebut. Namun, pihak polres masih menunggu laporan detil dari jajaran polsek di lapangan.

“Benar ada kejadian ini, tapi kami belum mendapat laporan lengkap dari Polsek,” ujar Ipda Mulyawansyah saat dikonfirmasi oleh awak media.

Motif Masih Misteri

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai kronologi lengkap maupun motif di balik tindakan keji sang ibu. Petugas masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari para saksi.

Masyarakat setempat berharap pihak berwajib segera mengungkap latar belakang peristiwa ini, apakah ada faktor gangguan kejiwaan atau masalah keluarga lainnya yang memicu tindakan nekat tersebut. Saat ini, fokus utama petugas adalah memastikan korban mendapatkan perawatan intensif dan mengamankan terduga pelaku untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *