Sasar Lahan Parkir Ritel Modern, Bapenda Kapuas Hulu Bergerak Sisir Sejumlah Kecamatan Demi Genjot PAD!

KAPUAS HULU — Langkah agresif dalam memburu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kapuas Hulu kini resmi menerjunkan tim khusus untuk melakukan inventarisasi dan pendataan raksasa terhadap area parkir gerai ritel modern yang menjamur di sejumlah wilayah kecamatan.

Operasi sisir potensi pajak ini menyasar langsung jaringan toko swalayan modern yang telah beroperasi aktif di wilayah strategis, meliputi Kecamatan Mentebah, Nanga Tepuai, hingga kawasan Bongkong.

Ukur Lahan Hingga Cek Data Administrasi Ritel Modern

Aksi jemput bola di lapangan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Penetapan Bapenda Kapuas Hulu, Ignasius Felix, bersama jajaran tim teknis lapangan. Petugas menyambangi satu per satu gerai modern guna melakukan pengecekan titik lokasi usaha, pengukuran fisik luas area parkir, hingga menguliti data administrasi perusahaan.

Pengumpulan data primer ini dinilai sangat krusial sebagai pijakan hukum dan dasar pemetaan potensi penarikan pajak serta retribusi daerah agar tidak terjadi kebocoran anggaran.

Menurut Ignasius Felix, sektor parkir di halaman gerai ritel modern memiliki kontribusi yang sangat strategis dan berpotensi menyumbang angka yang signifikan terhadap struktur PAD Kapuas Hulu jika dikelola dengan tertib dan transparan.

“Kami ingin memastikan seluruh potensi pajak daerah dapat tercatat dengan baik, akurat, dan sesuai dengan regulasi ketentuan yang berlaku. Pendataan ini juga bertujuan untuk mendorong kepatuhan para pelaku usaha ritel agar bersama-sama mendukung akselerasi pembangunan daerah melalui kontribusi pajak dan retribusi yang jujur,” tegas Ignasius Felix.

Sosialisasi Antikorupsi dan Ultimatum Kepatuhan Pajak Swasta

Tak sekadar melakukan hitung-hitungan luas lahan, tim Bapenda Kapuas Hulu juga memanfaatkan momentum ini untuk memberikan sosialisasi dan edukasi ketat kepada pihak pengelola usaha. Para pemilik modal diingatkan kembali mengenai kewajiban perpajakan daerah serta pentingnya membangun sinergi yang sehat antara pemerintah dan dunia usaha demi menciptakan pelayanan publik yang prima.

Pihak Bapenda Kapuas Hulu memberikan sinyal tegas bahwa mereka tidak akan berhenti di tiga kecamatan ini saja. Pengawasan, monitoring, dan pendataan berkala akan terus diperluas ke berbagai sektor usaha potensial lainnya di seluruh penjuru bumi Kapuas Hulu.

Optimalisasi pemetaan sumber pendapatan baru ini diharapkan mampu menjadi modal kuat dalam membiayai berbagai program pembangunan infrastruktur daerah serta mendongkrak tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat Kapuas Hulu secara nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *