DAIRI — Langkah progresif dalam membentengi kesehatan mental generasi muda di lingkungan sekolah resmi digulirkan. Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Dairi melalui UPT Puskesmas Tigalingga menggelar aksi jemput bola dengan melaksanakan penyuluhan bertajuk “Fasilitasi Pelaksanaan First Aider Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP)” di SMP Negeri 1 Tigalingga, Kamis (21/05/2026).
Agenda krusial ini sengaja dibidik untuk membangun benteng pertahanan emosional siswa dan guru di tengah tingginya tekanan psikologis remaja di era modern.
Latih Kemampuan Deteksi Dini Gangguan Emosional
Penyuluhan taktis ini dirancang khusus untuk meningkatkan pemahaman mendalam serta ketajaman insting para peserta dalam memberikan pertolongan pertama pada luka psikologis. Melalui pelatihan ini, guru dan siswa digembleng agar mampu mengenali gejala awal, mendeteksi depresi, serta memberikan penanganan cepat kepada individu yang sedang mengalami gangguan emosional atau tekanan batin akut.
Hadir langsung sebagai pemateri utama, Kepala UPT Puskesmas Tigalingga, dr. Antonius Marpaung, M.K.M. Dalam draf pemaparannya, dr. Antonius menguliti secara tajam mengenai urgensi kesadaran kesehatan mental (mental health awareness) sejak dini.
Beliau membedah langkah demi langkah panduan baku untuk memberikan dukungan psikologis awal yang aman dan tepat tanpa memicu trauma lanjutan bagi korban yang sedang membutuhkan pertolongan darurat.
Cetak Agen Penyelamat Kesehatan Mental di Sekolah
Menargetkan para siswa dan jajaran guru SMP Negeri 1 Tigalingga sebagai sasaran utama, program P3LP ini diproyeksikan mampu mencetak ribuan first aider (penolong pertama) yang andal di area sekolah maupun kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Kepala SMP Negeri 1 Tigalingga, Ibu Rusmala Rosa Turnip, S.Pd., melayangkan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi beserta UPT Puskesmas Tigalingga atas inisiasi program yang sangat sensitif dan penting ini.
“Kami sangat berterima kasih atas edukasi ini. Kami berharap kegiatan edukasi kesehatan mental seperti ini tidak berhenti sampai di sini saja, melainkan dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan demi menjaga ekosistem pendidikan yang sehat lahir dan batin,” tutur Rusmala Rosa Turnip.
Lewat gebrakan penyuluhan P3LP ini, Pemkab Dairi berharap stigma negatif seputar gangguan mental dapat dikikis habis. Target jangka panjangnya adalah menciptakan lingkungan sekolah yang jauh lebih sehat, aman, humanis, serta memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kondisi psikologis sesama demi menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa.












