Momentum Harkitnas 2026, Camat Bayat Bidik Bukit Cinta dan Jatayu Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa

KLATEN — Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 pada Rabu (20/05/2026) menjadi babak baru bagi akselerasi pembangunan di wilayah Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Usai memimpin upacara khidmat di halaman kantor kecamatan, Camat Bayat, Rokhmad Sya’bani, langsung memasang target tinggi untuk membangkitkan sektor ekonomi warganya melalui optimalisasi potensi wisata lokal secara radikal.

Langkah ini diambil sebagai bentuk implementasi nyata dari semangat perjuangan para pahlawan yang harus ditransformasikan ke dalam kemandirian ekonomi desa.

Sulap Geopark Bayat, Bukit Cinta, dan Jatayu Jadi Ladang Cuan

Menjawab relevansi nilai historis Boedi Oetomo dengan realitas wilayahnya saat ini, Rokhmad membeberkan secara blak-blakan bahwa kunci kebangkitan Kecamatan Bayat terletak pada keunggulan geografisnya yang eksotis. Sektor pariwisata dinilai sebagai “raksasa tidur” yang selama ini belum digarap secara maksimal.

Pemerintah Kecamatan Bayat kini membidik kawasan Geopark Bayat sebagai pilar destinasi unggulan, yang disokong oleh keindahan kawasan Bukit Jatayu serta Bukit Cinta. Pengembangan ketiga destinasi hits ini akan digenjot sebagai motor utama pemulihan ekonomi akar rumput.

“Kondisi geografi Bayat memang sangat cocok untuk sektor pariwisata. Ini yang akan kita dorong terus tanpa henti. Harapannya, roda ekonomi masyarakat akan terdampak langsung dan mampu menyejahterakan warga di desa masing-masing,” tegas Rokhmad Sya’bani di ruang kerjanya.

Strategi yang akan diterapkan meliputi gempuran promosi digital yang masif, perbaikan infrastruktur akses jalan, serta pendampingan ketat terhadap Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Skenario ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru seluas-luasnya, menghidupkan ekosistem UMKM produk lokal, dan mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADesa).

Sentil Pemerintah Desa Soal Administrasi dan Masalah Lingkungan

Tidak hanya fokus pada sektor pariwisata, momentum Harkitnas ini juga dijadikan Camat Bayat sebagai ajang evaluasi kinerja jajaran aparatur di bawahnya. Rokhmad menyentil beberapa aspek krusial di tingkat pemerintah desa yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar dan harus segera dibenahi.

Ia menekankan tiga poin utama yang wajib dievaluasi oleh para kepala desa dan perangkatnya:

  1. Penataan Administrasi: Wajib dijalankan secara transparan, akuntabel, dan patuh regulasi.

  2. Pelayanan Publik: Harus bertransformasi menjadi lebih cepat, taktis, dan ramah terhadap warga.

  3. Isu Lingkungan: Penanganan kebersihan dan ekosistem wilayah yang harus digarap serius.

“Kami dari pihak kecamatan akan terus mendorong, memonitor, dan memberikan motivasi kuat dengan harapan kinerja pemdes bisa jauh lebih efektif, bersih, serta berdampak langsung pada kesejahteraan warga ke depannya,” lanjut Camat Bayat.

Upacara Harkitnas ke-118 tingkat Kecamatan Bayat itu sendiri berlangsung sukses dan penuh khidmat dengan dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, Aparatur Sipil Negara (ASN), para kepala desa, serta tokoh masyarakat lintas sektor yang berkomitmen penuh menjaga api semangat kebangkitan nasional tetap menggelora.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *