Dari Lahan Angker Jadi Destinasi Hits, Umbul Besuki Ponggok Kini Jadi Magnet Wisatawan

KLATEN — Umbul Besuki yang terletak di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, bertransformasi menjadi salah satu destinasi wisata air alami unggulan. Keberhasilan ini merupakan buah dari inisiatif warga dalam mengubah lahan terlantar yang dulunya dikenal “wingit” atau angker menjadi aset ekonomi desa yang produktif.

Kini, objek wisata yang berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektare tersebut mampu menyedot ribuan pengunjung, terutama pada hari libur dan akhir pekan.

Transformasi Lahan Terlantar Sejak 2017

Perjalanan Umbul Besuki dimulai pada tahun 2017 melalui Lembaga Usaha Produktif Milik Masyarakat Desa (LUPMDes). Awalnya, lokasi ini hanyalah hutan belantara di pinggir sungai dengan akses jalan yang sangat sulit dijangkau.

“Dulu istilahnya di sini adalah hutan (alas). Tidak ada yang berani ke sini karena dianggap angker, padahal di bawahnya terdapat mata air,” ujar Fendy, salah satu pengurus LUPMDes. Melalui gotong royong pemuda desa dan pemerintah desa, akses jalan mulai dibangun dan lahan kas desa ditata sedemikian rupa tanpa menghilangkan kesan alaminya.

Keunggulan Air Alami dan Pemberdayaan Warga

Daya tarik utama Umbul Besuki adalah kesegaran airnya yang berasal langsung dari mata air purba. Pengelola sengaja mempertahankan konsep alami karena air yang terus mengalir dinilai lebih bersih, dingin, dan stabil suhunya dibandingkan kolam renang konvensional.

Keberhasilan destinasi ini juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga setempat:

  • Lapangan Kerja: Memperkerjakan 23 karyawan tetap yang seluruhnya merupakan warga lokal.

  • Kesejahteraan: Pendapatan pekerja rata-rata sudah mendekati standar UMR.

  • Ekosistem Ekonomi: Perekrutan tenaga freelance dari warga sekitar saat lonjakan pengunjung di hari libur.

Fasilitas Lengkap dan Inspirasi Desa Wisata

Saat ini, Umbul Besuki telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti kolam renang berbagai ukuran, joglo untuk bersantai, hingga wahana outbound. Konsep pembangunan yang memadukan keasrian alam dengan fasilitas modern menjadikan tempat ini favorit bagi wisatawan yang mencari ketenangan.

Keberhasilan warga Ponggok dalam mengelola Umbul Besuki menjadi bukti nyata bahwa potensi desa yang dianggap tidak produktif dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan asli desa (PADes) yang bernilai miliaran rupiah melalui kebersamaan dan tata kelola yang profesional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *