KLATEN — Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cahaya Barepan memberikan klarifikasi terkait penarikan distribusi makanan pada hari pertama uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Cawas, Senin (9/2/2026). Langkah cepat ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab untuk menjaga kualitas layanan kepada siswa.
Meskipun mendistribusikan total 1.000 porsi ke enam sekolah berbeda, kendala teknis ditemukan khusus pada pengiriman untuk SMPN 1 Cawas.
Hasil Uji Organoleptik: Nasi “Ngletis” Segera Diganti
Pemilik SPPG Cahaya Barepan, Cahyo, menjelaskan bahwa temuan tersebut diketahui saat dilakukan uji organoleptik oleh pihak penanggung jawab (Person In Charge) di sekolah. Diketahui, terdapat nasi yang masih “ngletis” atau kurang matang sempurna.
“Daripada memberikan hasil yang kurang baik pada tahap awal ini, kami berdiskusi dan memutuskan untuk langsung menarik seluruh kiriman di SMPN 1 Cawas dan menggantinya dengan yang baru. Ini adalah bentuk komitmen kami memberikan pelayanan terbaik,” jelas Cahyo.
Ia menegaskan bahwa penarikan tersebut bukan karena adanya insiden keracunan atau keluhan massal, melainkan murni kontrol kualitas internal sebelum dikonsumsi oleh para siswa.
Penyebab Teknis: Karakter Beras dan Takaran Air
Berdasarkan evaluasi mendalam, Cahyo mengungkapkan penyebab nasi kurang matang tersebut dikarenakan perbedaan karakteristik beras yang digunakan. Penggunaan alat masak model tray/nampan yang biasanya menampung 3 liter beras ternyata membutuhkan penyesuaian untuk jenis beras tertentu.
“Setiap beras punya daya serap air yang berbeda. Kemarin jenis berasnya lebih banyak menyerap air, sehingga takaran awal menjadi kurang. Sebagai evaluasi, sekarang takaran per tray kami kurangi menjadi 2,5 liter agar kematangan nasi lebih merata dan sempurna,” tambahnya.
Program Tetap Berjalan dan Evaluasi Terbuka
Cahyo menepis anggapan bahwa makanan yang disajikan tidak layak konsumsi. Ia membuktikan bahwa distribusi di lima sekolah lainnya berjalan sukses tanpa kendala. Bahkan, makanan yang ditarik dari SMPN 1 Cawas diolah kembali untuk dikonsumsi oleh para karyawan internal SPPG.
“Namanya hari pertama, tentu ada ruang untuk perbaikan. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kami. Hubungan kami dengan pihak sekolah tetap harmonis dan kami sangat terbuka terhadap setiap masukan terkait program MBG ini,” pungkasnya.
SPPG Cahaya Barepan optimis bahwa dengan penyesuaian teknis ini, distribusi makanan bergizi bagi anak-anak sekolah di wilayah Cawas, Klaten, akan semakin berkualitas dan sukses memberikan manfaat luas.












