Jantung Budaya Kembali Berdenyut: Bupati Thomas Eppe Safanpo Resmikan Jeuw Kampung Yuni di Distrik Sor-ep

ASMAT, PAPUA SELATAN — Bupati Kabupaten Asmat, Thomas Eppe Safanpo, ST., M.Si., menegaskan komitmennya dalam menjaga identitas adat di tengah modernisasi. Didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Asmat, Me Ing Thera Safanpo, Bupati meresmikan Jeuw (rumah bujang/rumah adat) di Kampung Yuni, Distrik Sor-ep, Selasa (2/3/2026).

Peresmian ini bukan sekadar seremoni pembangunan fisik, melainkan simbol kebangkitan pusat musyawarah, pendidikan adat, dan pemersatu masyarakat suku Asmat di wilayah tersebut.

Jeuw: Jantung Kehidupan Sosial Masyarakat Asmat

Dalam sambutannya di hadapan warga Distrik Sor-ep, Bupati Thomas Eppe Safanpo menekankan bahwa pemerintah daerah menaruh perhatian besar pada pelestarian arsitektur dan nilai filosofis Jeuw.

“Jeuw adalah jantung kehidupan sosial masyarakat Asmat. Pembangunan berbasis budaya lokal harus berjalan beriringan dengan pembangunan daerah. Kami berkomitmen menjaga warisan ini agar tetap hidup bagi generasi mendatang,” ujar Bupati Thomas.

Prosesi Adat yang Khidmat

Kunjungan kerja ini juga diwarnai dengan rangkaian prosesi adat sebagai bentuk penghormatan pemerintah terhadap kearifan lokal. Kehadiran Bupati dan rombongan disambut dengan tarian dan upacara tradisional yang menandai pengukuhan fungsi Jeuw sebagai pusat kegiatan sosial kemasyarakatan di Kampung Yuni.

Turut hadir dalam rombongan tersebut sejumlah anggota DPRK Kabupaten Asmat, di antaranya:

  • Hairullah Bausad

  • Tirsa Manguma

  • Santayota

  • Yan Silubun

  • Kepala Distrik Sor-ep, Vinsen Rahail

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Adat

Masyarakat Kampung Yuni menyambut antusias peresmian ini. Bagi mereka, rumah adat yang baru diresmikan merupakan ruang sakral untuk mentransfer ilmu pengetahuan tradisional dari para tetua kepada pemuda Asmat.

Kegiatan ini diharapkan mampu mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan pemangku adat dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Asmat yang berkelanjutan tanpa mencabut akar budaya setempat. Kehadiran tokoh-tokoh adat dan anggota legislatif dalam acara ini menjadi bukti kuatnya dukungan lintas sektor terhadap pelestarian identitas Papua Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *