Hanya Modal Latihan 10 Hari, MI Al Fithrah Borong 3 Trofi Bergengsi di LPBB BAKORWIL III Malang 2026

MALANG — Kejutan besar mewarnai panggung Lomba Peraturan Baris Berbaris (LPBB) BAKORWIL III Malang tahun 2026. Datang sebagai tim debutan yang sama sekali tidak diunggulkan, tim paskibra MI Al Fithrah justru sukses menggoncang arena perlombaan dan membawa pulang tiga penghargaan prestisius sekaligus dalam keikutsertaan perdana mereka di level regional.

Tanpa pengalaman tanding di kompetisi skala besar sebelumnya, madrasah ini membuktikan kualitasnya dengan menyabet gelar Juara Mula 3, Juara Pasukan Favorit, hingga predikat Kontingen Terbaik untuk tingkat SD/MI se-BAKORWIL III Malang.

Keajaiban 10 Hari: Gembleng Mental dari Nol Melawan Gugup

Prestasi luar biasa ini tergolong sangat dramatis jika melihat masa persiapan tim yang teramat mepet. Laskar paskibra cilik ini hanya memiliki waktu efektif selama 10 hari saja untuk berlatih sebelum langsung diterjunkan ke medan laga yang penuh tekanan.

Dimas Afrizi Khomari, pelatih utama tim paskibra MI Al Fithrah yang juga merupakan pelatih Pramuka senior, membeberkan dinamika perjuangan berat di balik layar. Ia tidak menampik adanya rasa cemas yang sempat menyelimuti jajaran pelatih dan guru pendamping di awal masa karantina singkat tersebut.

“Awalnya kami sempat merasa sangat gelisah karena waktu persiapan yang sangat singkat dan terbatas. Namun, saya menaruh kepercayaan penuh pada semangat juang dan kemauan keras anak-anak. Tantangan terbesar kami sebenarnya bukan sekadar menghafal formasi gerakan, melainkan membangun mental bertanding, ketahanan fisik, serta kekompakan tim dari nol,” ungkap Dimas Afrizi Khomari dengan penuh rasa bangga.

Formula Rahasia: Satukan Visi demi Bangun Chemistry Pasukan

Demi menyiasati sempitnya waktu, jajaran pelatih menerapkan strategi khusus yang super ketat dengan menitikberatkan pada tiga pilar utama: disiplin waktu yang tinggi, pembentukan sikap, dan rasa tanggung jawab individu.

Para peserta didik tidak hanya dipaksa melakukan latihan fisik, tetapi juga dibekali pemahaman batin untuk menumbuhkan kesadaran diri agar saling mendukung satu sama lain di dalam formasi barisan. Langkah ini terbukti ampuh melahirkan chemistry yang sangat kuat antaranggota pasukan saat tampil di depan dewan juri.

“Poin utamanya adalah bagaimana anak-anak bisa belajar bekerja sama sebagai satu kesatuan tim yang utuh. Saya sangat terharu melihat mereka mampu menunjukkan performa maksimal dan mengamankan tiga trofi sekaligus,” tambah Dimas Afrizi.

Sinergi Total Madrasah dan Wali Santri Berbuah Manis

Keberhasilan fenomenal ini dipastikan tidak datang dari ruang hampa. Ada peran besar dan kontribusi total dari pihak manajemen madrasah serta suntikan motivasi berupa doa dan dukungan logistik yang tiada henti dari para wali santri sepanjang masa latihan hingga hari H perlombaan.

Di akhir sesi wawancara, Dimas Afrizi menyampaikan rasa syukur mendalam dan ucapan terima kasih kepada seluruh elemen yang telah bersatu padu menyukseskan misi bersejarah ini.

Capaian gemilang di LPBB BAKORWIL III Malang tahun 2026 ini diproyeksikan akan menjadi fondasi awal yang sangat kokoh bagi perkembangan dan regenerasi tim paskibra MI Al Fithrah untuk merajai berbagai panggung kompetisi serupa di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *