Car Free Day (CFD) sebuah momen mingguan pemecah kebekuan kesenjangan sosial masyarakat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah dan memberikan dampak bercampur jadi satu kebahagiaan dan keceriaan hanya di dua jam pelaksanaannya.

Momen Car Free Day menjadi waktu yang ditunggu – tunggu oleh masyarakat, dimana digunakannya ruas jalan di pusat kota untuk bebas dari kendaraan bermotor dan semua masyarakat bisa berjalan kaki dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB. Diizinkannya juga di samping kiri dan kanan jalan untuk pelaku UMKM membuka dan menawarkan produk komoditinya.

Konsep kehidupan sosial yang tanpa kenal profesi, derajat, strata, bahkan kelas. Semua bercampur melebur jadi satu, dan yang paling membahagiakan di waktu itu adalah waktu dan tempat dimana para UMKM memiliki kesempatan untuk menjalankan bisnisnya. Apapun produk dagangannya dipersilahkan untuk dipertemukan secara langsung dengan para penikmatnya dalam suasana pagi yang ramai dan berbagi kebahagiaan. Ketidakterbatasan ini membuat kebutaan sosial semakin nampak dan nyata dirasakan.

Ketidakpedulian masyarakat akan kebersihan yaitu menjaga kebiasaan bersampah pada tempatnya dengan jelas terlihat. Transaksi kuliner dan aneka produk UMKM lainnya pastilah menggunakan packaging atau kita mengenalnya dengan bungkus. Suatu bagian yang bukan dari hal yang kita nikmati itulah jika tidak membuang pada tempat yang telah disediakan juga akan membuat kehidupan tata kelola kita menjadi tidak nikmat, dan itu masih banyak dilakukan oleh masyarakat.

Di sisi lain, masih terlihat pengemis atau pengamen yang merupakan penyakit sosial memanfaatkan secara langsung program keramaian masyarakat tersebut. Di sini mengisyaratkan, berbagai Dinas terkait yang memiliki tugas dalam mengendalikan kehidupan sosial tidak melakukan peranannya secara maksimal. Eksploitasi manusia dalam perekonomian sosial seharusnya menjadi perhatian dan penindakan untuk menjadikan Kabupaten Jombang menjadi Kabupaten yang dicita – citakan.

Kemudian dari sisi keteraturan sosial yaitu keamanan dari tindakan kejahatan masyarakat sangat terkendali dan terjaga. Itu artinya, kesadaran masyarakat untuk saling menghargai dan mengisi kehidupan secara sosial mandiri sudah cukup tinggi di momen tersebut.

Hal tersebut diatas tampak pada banyaknya jenis produk UMKM yang ada dan membuka lapak di program CFD Minggu pagi (2/6/2024). Kita bisa mengukur sejauh mana masyarakat memiliki kemampuan dan daya ekonomi. Kekayaan produk yang ditawarkan juga sangat – sangat kekinian, kemudian pertanyaannya apakah itu juga ada peran Pemerintah dalam hal pemasaran dan jaminan kualitas produk UMKM. Yang sangat jelas, masyarakat berusaha mandiri untuk management marketing atas usaha yang dimilikinya sehingga diterima semua lapisan dan kalangan.












