JEPARA — Jagat media sosial sempat dihebohkan oleh duka keresahan warga menyusul beredarnya isu penampakan hantu pocong yang bergentayangan di kawasan Desa Menganti, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Setelah sempat membuat masyarakat resah, takut, dan merinding, kabar mistis tersebut akhirnya dipastikan sebagai berita bohong (hoax) dan murni rekayasa demi kebutuhan konten digital semata.
Kepastian ini terungkap setelah tiga remaja yang menjadi otak sekaligus pembuat video viral tersebut muncul ke publik. Mereka mengunggah video klarifikasi resmi serta melayangkan permohonan maaf terbuka karena telah memicu kegaduhan yang masif di ruang siber.
Pocong Jadi-Jadian dari Kain Kafan Rakitan demi Kejar Tayang
Dalam duka klarifikasinya, ketiga remaja tersebut menegaskan bahwa situasi di Desa Menganti sebenarnya sangat aman dan kondusif. Mereka memastikan bahwa tidak ada penampakan makhluk halus atau pocong sungguhan seperti yang dinarasikan secara mengerikan di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Sosok putih melompat-lompat yang terekam dalam kamera gawai tersebut murni merupakan pocong jadi-jadian. Salah satu dari mereka sengaja didandani menggunakan balutan kain mirip kain kafan agar terlihat menyeramkan saat malam hari demi memburu jumlah penonton (views) dan pengikut (followers).
Aksi ceroboh tersebut drafnya langsung memanen kecaman luas dari netizen dan tokoh masyarakat setempat karena dianggap telah merusak reputasi desa serta menimbulkan ketakutan massal, terutama bagi warga yang terpaksa harus melintasi jalanan sepi pada larut malam.
Efek Jera Konten Kreator, Polisi Imbau Warga Bijak Bermedsos
Aparat keamanan dan pihak perangkat desa setempat segera mengambil tindakan cepat dengan memanggil para pelaku untuk diberikan pembinaan khusus agar aksi serupa tidak terulang kembali di kemudian hari. Kasus pocong settingan ini menjadi duka tamparan keras bagi para kreator konten pemula yang sering kali menghalalkan segala cara demi viral tanpa memikirkan dampak sosial psikologis di tengah masyarakat.
Pihak berwajib juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Jepara, agar tidak lagi menyebarluaskan video menyesatkan tersebut. Masyarakat draf diminta untuk lebih cerdas, bijak, dan tidak mudah terprovokasi oleh duka unggahan berbau mistis yang belum jelas sumber kebenarannya di berbagai platform media sosial.












