KLATEN — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 yang diinisiasi oleh Kodim 0723/Klaten resmi ditutup melalui upacara khidmat di Lapangan Desa Solodiran, Kecamatan Manisrenggo, Kamis (21/05/2026). Penutupan ini menandai keberhasilan mutlak TNI dalam merampungkan seluruh target sasaran fisik dan nonfisik dalam waktu 30 hari penuh sejak digulirkan 22 April lalu.
Dandim 0723/Klaten, Letkol Inf Slamet Hardianto, menegaskan bahwa seluruh draf pembangunan infrastruktur yang dikerjakan bersama masyarakat telah tuntas 100 persen dan siap digunakan untuk mendongkrak ekonomi warga.
Roda Empat Tembus Sawah, Solusi Murah Angkut Hasil Panen
Rampungnya proyek betonisasi jalan pertanian sepanjang 597 meter di Desa Solodiran langsung disambut eforia gembira oleh para petani setempat. Akses vital yang dulunya berupa jalan tanah becek dan mustahil dilewati kendaraan roda empat, kini telah bertransformasi menjadi jalan beton kokoh yang mulus.
Kepala Desa Solodiran, Sukamto, membeberkan bahwa terobosan fisik dari TNI ini menjadi solusi konkret yang berhasil memangkas biaya operasional para petani secara drastis saat musim panen tiba.
“Dulu mobil roda empat sama sekali tidak bisa masuk ke area persawahan. Sekarang, truk dan mobil logistik bisa langsung meluncur ke tepi sawah. Proses angkut hasil bumi jadi jauh lebih mudah dan otomatis biaya ongkos angkutnya jadi jauh lebih murah,” urai Kades Sukamto dengan wajah sumringah.
Tanggul Pemutus Dusun Jebol, Nilai Investasi Tanah Meroket Tajam
Selain mempermudah urusan perut dan logistik petani, pembangunan infrastruktur TMMD ini juga membawa berkah berlipat bagi aset kekayaan warga. Proyek ini berhasil menyambungkan kembali akses transportasi antardusun yang selama bertahun-tahun terisolasi dan terputus akibat adanya tanggul alami.
“Kehadiran jalan beton ini langsung mengerek nilai jual objek pajak dan harga tanah di sekitar lokasi secara signifikan. Dulu ini hanya jalan tanah buntu karena kesana terputus tanggul. Sekarang tanggulnya sudah dibangun permanen oleh TNI dan jalan sudah terhubung mulus ke dusun sebelah,” tambah Sukamto.
Melihat dampak ekonomi yang luar biasa ini, Letkol Inf Slamet Hardianto memberikan maklumat tegas kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak menganggap hasil TMMD ini sebagai proyek sesaat. Beliau mendesak warga untuk merawat dan menjaga fasilitas publik ini dengan ketat.
“Infrastruktur ini diinisiasi oleh sinergi kuat TNI-Polri, Pemerintah Daerah, serta keringat masyarakat yang bergotong-royong bahu-membahu. Oleh karena itu, kita semua memiliki kewajiban moral yang sama untuk menjaga dan merawatnya agar manfaatnya bertahan hingga generasi mendatang,” tegas Dandim Klaten.
Gencar Suntik Wawasan Kebangsaan untuk Warga
Tidak hanya sukses di sektor fisik, sasaran nonfisik TMMD berupa gempuran penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, hingga pelayanan administrasi kependudukan massal dinilai warga menjadi bekal yang sangat berharga bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa.
Upacara penutupan akbar ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Klaten, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, personel gabungan TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang antusias menyaksikan prosesi penandatanganan naskah serah terima hasil proyek dari Dandim kepada pihak Pemkab Klaten yang dilanjutkan dengan inspeksi langsung ke lokasi jalan beton baru.













