KLATEN — Ratusan warga Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah, berbondong-bondong memadati aula desa setempat pada Selasa (19/05/2026). Antusiasme tinggi ini dipicu oleh hadirnya Program Layanan Dokter Spesialis Keliling (Spelling), sebuah terobosan inovasi kesehatan gratis besutan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Klaten, RS Cakra Husada Klaten, dan Puskesmas Klaten Tengah.
Program Spelling ini diterjunkan langsung ke tingkat desa guna memotong birokrasi jarak dan waktu, sehingga masyarakat di wilayah pelosok bisa mendapatkan akses medis lanjutan tanpa harus jauh-jauh pergi ke pusat kota.
Bawa Dokter Spesialis ke Desa, Fokus Deteksi Dini
Direktur Administrasi dan Keuangan RS Cakra Husada Klaten, Michel Kusuma Ayu, menegaskan bahwa komitmen pelayanan rumah sakit saat ini sudah bertransformasi dan tidak lagi hanya menunggu pasien di dalam gedung, melainkan aktif menjemput bola ke akar rumput.
“Pada hari ini kami berfokus tidak hanya pelayanan di rumah sakit saja, tapi RS Cakra Husada terjun secara langsung di tengah masyarakat berkolaborasi bersama dinas kesehatan dan puskesmas serta dokter spesialis kami,” ujar Michel Kusuma Ayu di lokasi kegiatan.
Dalam aksi sosial ini, RS Cakra Husada menerjunkan tim medis lengkap yang terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam, spesialis mata, spesialis anak, dan tenaga ahli lainnya. Warga yang hadir tidak hanya mendapatkan pemeriksaan fisik baku dan obat-obatan secara cuma-cuma, melainkan juga fasilitas laboratorium sederhana, pemeriksaan penunjang, hingga sesi konsultasi privat.
Lansia Didominasi Hipertensi, Urus Rujukan Langsung Beres di Tempat
Berdasarkan data di lapangan, tercatat sekitar 200 warga lokal mendaftarkan diri. Dari hasil pemeriksaan, Michel membeberkan bahwa mayoritas keluhan penyakit yang ditemukan pada pasien lansia adalah kolesterol tinggi dan hipertensi (tekanan darah tinggi). Melalui momentum ini, pihak rumah sakit sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya medical check-up sejak dini.
Bagi pasien yang kondisinya membutuhkan penanganan medis lebih serius, RS Cakra Husada memberikan kemudahan fasilitas rujukan instan. Skema administrasi rujukan langsung diintegrasikan dan diselesaikan di aula desa hari itu juga tanpa perlu mengulang prosedur dari nol.
“Langsung ditangani di sini. Jadi secara administrasi tidak harus menunggu pindah lagi ke puskesmas, tapi dari rumah sakit, puskesmas, dan desa langsung membuat dokumentasi rujukan. Warga tidak perlu membuang waktu untuk memulai pendaftaran di rumah sakit dari awal,” jelas Michel.
Solusi Keterbatasan Fasilitas Posyandu Desa
Kepala Desa Gumulan, Winarya, memberikan apresiasi tertinggi dan menyambut baik pelaksanaan program Spelling dari Pemprov Jateng dan RS Cakra Husada ini. Menurutnya, program ini menjadi oase di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan yang dialami oleh pihak desa selama ini.
“Dengan program ini, masyarakat jadi mengetahui cara mengatasi masalah kesehatan secara cepat dan tepat. Selama ini layanan kesehatan di desa kami memang terbatas di Posyandu dengan tenaga kesehatan yang jumlahnya juga terbatas,” kata Winarya.
Pemerintah Desa Gumulan berharap agar layanan Spelling terpadu seperti ini dapat diagendakan secara berkala demi menjamin keadilan fasilitas kesehatan dan mempercepat deteksi dini penyakit bagi warga desa.













