GRESIK — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15, Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kabupaten Gresik bersinergi dengan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Gresik menggelar aksi sosial. Sebanyak 200 paket sembako dibagikan kepada pengemudi ojek online (ojol) di depan Kantor Kadin, Jl. Panglima Sudirman, Gresik, Jumat (15/05/2026) siang.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat sekaligus simbol harmonisasi antar-organisasi kemasyarakatan (ormas) di wilayah Kabupaten Gresik.
Sinergi demi Kondusifitas Daerah
Ketua GRIB Jaya Kabupaten Gresik, M. Romadhoni, dalam sambutannya menyatakan rasa syukur atas terciptanya kolaborasi erat dengan Pemuda Pancasila. Ia menekankan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk memberikan dampak positif langsung kepada warga sekaligus menjaga kondusifitas daerah.
“Ini adalah kebahagiaan bersama, bukan hanya bagi anggota GRIB maupun PP, tetapi juga bagi masyarakat. Sinergi ini sangat penting untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Gresik,” ujar Romadhoni.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Gresik, H.M. Choirul Rizal, ST. Beliau mengapresiasi kekompakan kedua organisasi tersebut dan berharap hal ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun kerukunan antar-lembaga.
Meringankan Beban Driver Ojol
Aksi sosial ini disambut baik oleh para pengemudi ojol. Ahmad, salah satu penerima paket sembako, mengaku bantuan tersebut sangat berarti di tengah kondisi penghasilan yang tidak menentu akibat ketatnya persaingan layanan aplikasi.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu meringankan beban. Saat ini pesanan tidak seramai dulu, jadi perhatian seperti ini sangat kami syukuri,” ungkap Ahmad.
Komitmen Kerja Sama Berkelanjutan
Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Gresik, Made Agus, berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan seremoni saja. Pemuda Pancasila berkomitmen untuk terus membuka diri bekerja sama dengan berbagai organisasi lain seperti Madas, Banser, hingga Kokam demi kemaslahatan masyarakat Gresik.
“Di Gresik, kami sudah terbiasa bergandengan tangan dengan kelompok masyarakat lain. Semua dilakukan demi kebaikan dan kedamaian masyarakat Gresik secara umum,” pungkas Made Agus.













