SERDANG BEDAGAI – Warga Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara, masih mengeluhkan gangguan hama rengit penghisap darah yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Mereka merasa kecewa karena tidak ada tindakan serius dari dinas terkait, meskipun masalah ini sudah berlangsung sejak lama.
Menurut keterangan warga yang diwawancarai pada 17 September 2025, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, dan perwakilan Kecamatan Sei Rampah telah mengadakan rapat pada 4 Agustus 2025. Namun, warga menilai rapat tersebut hanya sebatas wacana.
Alih-alih mencari penyebab utama, pihak berwenang hanya menyarankan warga untuk bergotong royong membersihkan pekarangan dan menanam serai. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa rengit takut dengan serai, tanpa adanya penelitian lebih lanjut. Warga merasa kecewa karena penyebab utama kemunculan hama tidak ditelusuri.
Warga menduga hama rengit berasal dari peternakan ayam. Kotoran ayam yang dicampur dengan sekam padi untuk dijadikan pupuk kandang dan dijual kepada petani disebut sebagai sumber utama. Hal ini menyebabkan hama rengit sangat banyak di perkebunan ubi.
“Kami sangat kecewa dengan kinerja dinas terkait. Jangan-jangan sudah dapat setoran dari pengusaha ternak ayam sehingga mereka tidak menghiraukan keluhan kami,” ujar seorang warga dengan nada kesal. Warga berharap Bupati Serdang Bedagai dapat meninjau langsung kondisi di desa mereka.












