MEULABOH — Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Alfa Salam, secara resmi menyatakan mosi tidak percaya terhadap sistem pengawasan jalur transportasi di wilayah pendidikan Aceh Barat. Langkah ini diambil menyusul pembiaran masif terhadap truk-truk raksasa milik korporasi yang dinilai merampas hak keamanan dan kesehatan ribuan mahasiswa di lingkungan kampus.
DEMA menemukan indikasi kuat bahwa armada yang melintas merupakan bagian dari operasional perusahaan tambang dan industri. Material yang diangkut diduga mengandung unsur Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3) yang berisiko tinggi bagi lingkungan.
Ancaman Kesehatan dan Kontaminasi Lingkungan
Dalam pernyataan sikapnya, Alfa Salam mengecam keras tindakan perusahaan yang menjadikan jalur kampus sebagai perlintasan material berbahaya. Paparan debu pekat dan emisi gas buang secara drastis telah menurunkan kualitas udara di area pendidikan.
“Hari ini kami tegaskan, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh adalah tempat mencetak intelektual, bukan lintasan racun limbah B3 perusahaan! Kami tidak akan membiarkan paru-paru mahasiswa dihisap oleh residu beracun hanya demi profit korporasi,” tegas Alfa Salam, Jumat (01/05/2026).
Kondisi ini dikhawatirkan memicu penyakit jangka panjang seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), gangguan kecemasan (anxiety), hingga iritasi kulit dan mata bagi civitas akademika yang terpapar setiap hari.
Infrastruktur Hancur dan Risiko “Sirkuit Maut”
Selain dampak kesehatan, aktivitas truk besar dengan praktik Over Dimension Over Loading (ODOL) dilaporkan mulai menghancurkan infrastruktur jalan lingkungan kampus. DEMA menilai perusahaan enggan menggunakan jalur logistik yang semestinya demi menekan biaya operasional.
Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga disoroti telah terabaikan. Manuver kendaraan berat di jalanan kampus yang sempit menciptakan titik buta (blind spot) yang mengancam nyawa mahasiswa. “Kami menolak kampus kami dijadikan sirkuit maut demi mengejar target profit perusahaan!” tambahnya.
Desakan kepada APH dan Ancaman Blokade
DEMA STAIN Meulaboh mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret. Mereka meminta penghentian total aktivitas truk besar di jalur pendidikan demi menjamin keselamatan mahasiswa.
Jika desakan ini tidak segera ditindaklanjuti, DEMA bersama elemen mahasiswa mengancam akan melakukan aksi blokade total dan pendudukan jalan.
“Kami pastikan roda industri yang merugikan mahasiswa tidak akan bisa berputar di atas tanah pendidikan kami,” tutup Alfa Salam dengan nada peringatan.












