KUDUS – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video viral yang diduga merekam tindakan tidak senonoh sepasang sejoli di lingkungan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Insiden ini menuai kecaman keras dari publik karena dinilai mencederai marwah institusi pelayanan kesehatan di Kabupaten Kudus.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Hakam, menyatakan bahwa manajemen akan segera mengambil langkah tegas. Pihaknya menjadwalkan rapat internal untuk mengusut tuntas informasi yang telah meresahkan masyarakat tersebut.
“Besok kita mau rapat. Ini memang meresahkan,” ujar dr. Hakam saat dikonfirmasi pada Minggu (4/1/2026).
Manajemen Kedepankan Asas Praduga Tak Bersalah
Meskipun narasi video menyebutkan lokasi berada di rumah sakit plat merah tersebut, pihak manajemen menegaskan belum bisa memastikan kebenaran lokasi maupun identitas pemeran dalam video. Dr. Hakam menyatakan bahwa proses penelusuran sedang berjalan dan meminta masyarakat tidak berspekulasi berlebihan.
“Hasil penelusuran masih berjalan. Kami belum bisa memastikan apakah benar itu terjadi di lingkungan RSUD atau melibatkan oknum pegawai kami,” tegasnya.
Pihak RSUD berjanji akan menyampaikan keterangan resmi secara transparan setelah proses klarifikasi internal selesai dilakukan secara menyeluruh.
Publik Tuntut Transparansi di Kota Santri
Reaksi keras datang dari netizen dan warga Kudus. Mengingat julukan Kudus sebagai Kota Santri, masyarakat menuntut penyelidikan yang jujur tanpa ada hal yang ditutup-tutupi. Penegakan etika dan moral dinilai sangat krusial, terlebih insiden ini terjadi di ruang pelayanan kemanusiaan.
Publik berharap pihak berwajib dan manajemen rumah sakit bertindak profesional agar kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan kesehatan di Kudus tidak luntur akibat skandal ini.












