PEKALONGAN – Polemik dugaan kasus asusila yang menyeret salah satu pondok pesantren di wilayah Pekalongan terus menjadi sorotan publik. Setelah ramai diberitakan media dan viral di berbagai platform media sosial, kini muncul kabar bahwa pihak pondok meminta seluruh unggahan terkait kasus tersebut untuk diturunkan atau di-takedown.
Informasi yang beredar menyebutkan, sejumlah media hingga pegiat media sosial diminta menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada pengasuh pondok atau kiai yang kini tengah tersandung kasus tersebut.
Pengasuh Ponpes Dikabarkan Sudah Diamankan Polisi
Permintaan tersebut disebut muncul setelah oknum pengasuh pondok pesantren diamankan aparat kepolisian terkait dugaan tindak asusila terhadap santriwati.
Kasus ini sebelumnya menghebohkan masyarakat setelah muncul kabar adanya santriwati yang hamil hingga melahirkan tanpa adanya kejelasan mengenai sosok ayah biologis bayi tersebut.
Peristiwa itu kemudian memicu dugaan adanya tindakan asusila yang terjadi di lingkungan pondok pesantren.
Klarifikasi Keluarga Korban Tuai Pertanyaan Publik
Di tengah derasnya perhatian publik, sempat beredar klarifikasi dari pihak keluarga santriwati yang menyebut kejadian tersebut sebagai “takdir dari Yang Maha Kuasa”.
Namun, pernyataan tersebut justru memunculkan tanda tanya dan beragam reaksi dari masyarakat. Sejumlah pihak menduga adanya tekanan terhadap keluarga korban sehingga mereka memilih tidak mengungkap kejadian sebenarnya secara terbuka.
Polisi Masih Dalami Kasus
Dugaan tersebut semakin memicu perdebatan luas di media sosial. Sementara itu, aparat kepolisian dikabarkan masih terus mendalami kasus tersebut.
Oknum kiai yang diduga terlibat juga disebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini menjalani proses hukum lebih lanjut.












