Sinergi Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Balita yang Tenggelam di Perairan Kampung Ewer Asmat

ASMAT — Upaya pencarian intensif yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan di Kabupaten Asmat membuahkan hasil. Personel yang terdiri dari Sat Polairud Polres Asmat, Pos SAR Agats, dan TNI Angkatan Laut (Posal) berhasil mengevakuasi jenazah seorang balita yang dilaporkan tenggelam di perairan Kampung Ewer, Distrik Agats, Rabu (18/2/2026).

Operasi penyelamatan ini menunjukkan koordinasi yang solid antarinstansi dalam merespons keadaan darurat di wilayah perairan Papua Selatan.

Kronologi Laporan dan Respons Cepat

Kapolres Asmat, AKBP Wahyu Basuki, S.I.K., melalui Kasat Polairud, Iptu Rizeth S. Paotonan, S.H., mengonfirmasi bahwa laporan kecelakaan air tersebut diterima pada pagi hari. Korban diketahui bernama Yohanes, seorang balita berusia 3 tahun, yang dilaporkan hilang di perairan Kampung Ewer.

Segera setelah laporan masuk, tim gabungan langsung menggelar apel konsolidasi di Kantor SAR Agats untuk mematangkan strategi pencarian berdasarkan titik koordinat dan arah arus laut.

Proses Pencarian Intensif

“Tepat pada pukul 06.30 WIT, tim gabungan bertolak dari Pos SAR menggunakan armada cepat menuju titik lokasi kejadian di Kampung Ewer,” ujar Iptu Rizeth dalam keterangannya.

Setibanya di lokasi, tim bersama keluarga korban melakukan penyisiran menyeluruh di area sekitar jatuhnya korban. Fokus pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi arus sungai dan pasang surut air setempat. Setelah beberapa jam melakukan pencarian intensif, tim akhirnya berhasil menemukan korban, namun dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Penyerahan Jenazah dan Belasungkawa

Jenazah balita tersebut kemudian dievakuasi dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga di Kampung Ewer untuk proses pemakaman. Isak tangis mewarnai penyerahan korban yang masih berusia sangat belia tersebut.

“Kami dari Tim SAR Gabungan mengucapkan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini,” tutup Kasat Polairud.

Pihak berwenang kembali menghimbau kepada masyarakat yang tinggal di pesisir atau tepian sungai untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat aktivitas pasang air laut guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *