Sinergi Tanpa Sekat: Kang Ayi Sahrul Hamzah Serap Aspirasi Warga Gunung Sindur di Bale Aspirasi

BOGOR — Memasuki suasana khidmad bulan suci Ramadan 1447 H, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Kang Ayi Sahrul Hamzah, kembali turun ke akar rumput untuk menjemput aspirasi masyarakat secara langsung. Kegiatan bertajuk “Dialog Wakil Rakyat” ini dipusatkan di Bale Aspirasi, Desa Rawakalong, Kecamatan Gunung Sindur, Sabtu (7/3/2026).

Acara silaturahmi ini dihadiri oleh jajaran tim relawan Baraya Primus Kecamatan Gunung Sindur serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Pertemuan ini menjadi ruang diskusi strategis guna memastikan program kerja pemerintah provinsi berjalan selaras dengan kebutuhan riil warga di tingkat desa.

Kawal Zakat Fitrah Agar Tepat Sasaran

Dalam poin utama dialognya, Kang Ayi menekankan pentingnya penguatan solidaritas sosial selama Ramadan. Ia memastikan bahwa program rutin tahunan berupa penyaluran Zakat Fitrah akan dikawal ketat oleh tim relawan agar sampai ke tangan yang tepat.

“Kami ingin memastikan manfaat dari pergerakan ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Zakat fitrah ini nantinya disalurkan kepada para Mustahik (penerima zakat) yang berhak di wilayah Kabupaten Bogor secara tepat sasaran,” ujar Kang Ayi di hadapan para relawan.

Agenda Strategis Pasca-Lebaran: Konsolidasi & Budaya

Selain membahas agenda sosial-keagamaan, politisi Jawa Barat ini juga memaparkan rencana strategis yang akan dieksekusi pasca-Idulfitri atau pada April 2026 mendatang. Terdapat dua agenda besar yang menjadi fokus utama:

1. Penguatan Struktur Relawan: Melakukan konsolidasi internal agar barisan pendukung tetap solid dan responsif terhadap isu-isu krusial di tengah masyarakat.

2. Pentas Budaya: Inisiatif melestarikan nilai-nilai kearifan lokal Kabupaten Bogor sebagai wadah pemersatu warga dan penguat identitas daerah.

Bale Aspirasi sebagai Jembatan Komunikasi

Kehadiran Bale Aspirasi di Desa Rawakalong difungsikan sebagai jembatan komunikasi permanen antara rakyat dan wakilnya. Berbagai masukan terkait pembangunan desa, infrastruktur, hingga penguatan ekonomi kerakyatan dicatat secara detail.

Aspirasi-aspirasi tersebut nantinya akan dibawa dan diperjuangkan dalam rapat-rapat komisi di DPRD Provinsi Jawa Barat agar mendapatkan atensi serta alokasi anggaran yang sesuai. Kang Ayi berharap pola komunikasi intensif seperti ini dapat terus terjaga demi kemajuan pembangunan di wilayah Kabupaten Bogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *