PANIAI — Keluarga besar SMK Karel Gobai menunjukkan kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan dengan menggelar aksi pembersihan dan pemusnahan sampah secara massal. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif seluruh staf guru serta siswa-siswi guna menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman.
Aksi lingkungan ini dipimpin langsung oleh Kepala SMK Karel Gobai, Yulius Yeimo, S.Pd., pada Jumat (24/04/2026). Kegiatan dipusatkan di area Nunudagi, Topida, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIT.
Gotong Royong Menjaga Kebersihan
Sejak pagi hari, antusiasme terlihat jelas saat para siswa dan tenaga pendidik bahu-membahu menyisir seluruh area sekolah. Mereka mengumpulkan berbagai jenis sampah yang berserakan, memilahnya, dan melakukan pemusnahan secara teratur sesuai protokol kesehatan lingkungan.
Langkah ini diambil bukan sekadar rutinitas, melainkan sebagai upaya strategis sekolah dalam membangun kesadaran kolektif sejak dini mengenai dampak negatif pencemaran sampah bagi kehidupan.
Kebersihan Sebagai Bagian dari Karakter
Dalam arahannya, Kepala SMK Karel Gobai, Yulius Yeimo, menegaskan bahwa nilai-nilai kebersihan harus mendarah daging dalam diri siswa. Menurutnya, perilaku peduli lingkungan tidak boleh berhenti di gerbang sekolah saja, melainkan harus dibawa ke lingkungan rumah dan masyarakat luas.
“Kita harus bersama-sama menyelamatkan lingkungan dari sampah. Kebersihan adalah tanggung jawab kita semua, bukan hanya tugas di sekolah, tetapi juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di luar sekolah,” tegas Yulius di sela-sela kegiatan.
Ia juga mengajak seluruh siswa untuk menjadikan kebiasaan hidup bersih sebagai bagian dari pembentukan karakter dan disiplin diri. Harapannya, hal ini dapat menciptakan ekosistem lingkungan yang sehat, nyaman, dan bebas dari polusi.
Meningkatkan Kesadaran Masyarakat
Melalui aksi nyata ini, pihak sekolah berharap pesan mengenai pentingnya menjaga lingkungan dapat tersampaikan kepada masyarakat sekitar. Dengan berkurangnya volume sampah dan pengelolaan yang tepat, dampak negatif terhadap lingkungan dapat diminimalisir secara signifikan.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan tertib, mencerminkan sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan para murid dalam menjaga masa depan lingkungan di tanah Paniai.












