JAKARTA — Peta politik nasional kembali dinamis dengan lahirnya kekuatan baru di awal tahun 2026. Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Rakyat secara resmi mendeklarasikan transformasinya menjadi partai politik dalam sebuah Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Minggu (18/1/2026).
Langkah ini diambil dengan satu tujuan strategis yang jelas: mengusung dan memenangkan Anies Rasyid Baswedan sebagai Presiden Republik Indonesia pada kontestasi kepemimpinan nasional mendatang.
Mandat Rakernas: Lahirnya Partai Gerakan Rakyat
Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, menegaskan bahwa keputusan mengubah entitas ormas menjadi partai politik adalah wujud keseriusan dalam memperjuangkan perubahan di Indonesia.
“Kita menginginkan Indonesia yang lebih adil dan makmur. Melalui rapat kerja nasional awal 2026 ini, kami menetapkan berdirinya partai politik baru, yaitu Partai Gerakan Rakyat,” ujar Sahrin Hamid dalam siaran langsung di kanal YouTube Gerakan Rakyat.
Sahrin menambahkan bahwa cita-cita besar partai ini adalah memastikan tongkat estafet kepemimpinan nasional jatuh ke tangan Anies Baswedan. “Kami menginginkan bahwa pemimpin nasional kita nanti, Insyaallah, adalah Anies Rasyid Baswedan,” tegasnya.
Akui Tantangan Berat Syarat Pendirian Partai
Meski optimis, Sahrin menyadari bahwa jalan menuju legalitas partai politik di Indonesia tidaklah mudah. Ia menyoroti ketatnya regulasi dan persyaratan administratif yang harus dipenuhi untuk bisa berlaga di kancah pemilu.
“Tentunya ini bukanlah perjuangan yang ringan. Kita semua sadar bahwa mendirikan partai politik di Indonesia mungkin merupakan salah satu yang memiliki syarat paling berat di muka bumi ini,” pungkas Sahrin.
Strategi Konsolidasi Menuju 2029
Deklarasi ini menandai dimulainya kerja-kerja politik Partai Gerakan Rakyat di seluruh pelosok tanah air. Fokus utama mereka dalam waktu dekat adalah memenuhi syarat verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU), termasuk pemenuhan kepengurusan di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan.
Lahirnya Partai Gerakan Rakyat diprediksi akan memperkuat basis dukungan bagi Anies Baswedan, terutama dari kalangan relawan dan elemen masyarakat yang menginginkan narasi keadilan sosial sebagai arus utama pembangunan nasional.












