Hasan Basri: Krisis Kepercayaan Publik Mengintai Jika Program MBG Berhenti Beroperasi

LANGSA – Praktisi hukum H. Hasan Basri, S.H., M.H., CPM., dari Kantor Hukum Hasan Basri dan Rekan menegaskan bahwa keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat. Menurutnya, apabila program tersebut berhenti beroperasi, dampaknya tidak hanya dirasakan dari sisi ekonomi, tetapi juga berpotensi memicu krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Hasan Basri menjelaskan, program MBG telah melibatkan banyak pihak secara langsung, mulai dari pelaku usaha, tenaga kerja, hingga masyarakat penerima manfaat. Karena itu, keberlangsungan program dinilai memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, para pengusaha yang telah berinvestasi membangun fasilitas dapur MBG berpotensi mengalami kerugian finansial apabila program dihentikan. Selain itu, para pekerja yang menggantungkan mata pencaharian dari operasional dapur MBG juga terancam kehilangan pekerjaan.

Di sisi lain, penghentian program juga dinilai akan berdampak pada kelompok penerima manfaat, terutama anak-anak, pelajar, dan masyarakat kurang mampu yang selama ini memperoleh akses makanan bergizi melalui program tersebut.

Hasan Basri turut menyoroti adanya dugaan penyalahgunaan wewenang di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) yang berpotensi menimbulkan kerugian negara. Ia mengapresiasi langkah aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Agung RI, dalam menangani persoalan tersebut.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa dugaan pelanggaran yang terjadi tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan program yang dinilai memberikan manfaat luas kepada masyarakat. Sebaliknya, pemerintah perlu melakukan pembenahan sistem pengelolaan agar lebih transparan, tepat sasaran, dan bebas dari praktik korupsi.

“Dari pantauan kami, masyarakat masih sangat bergantung pada program ini. Jika operasionalnya berhenti, dampaknya bukan hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” ujar Hasan Basri di ruang kerjanya di Kantor Hukum Hasan Basri dan Rekan, Jalan Masjid Sidodadi, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Selasa (23/6/2026).

Ia menambahkan, keberhasilan pemerintah tidak hanya diukur dari kemampuan merancang program, tetapi juga dari konsistensi dalam menjalankan program yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Menurut Hasan Basri, apabila program MBG tidak lagi berjalan, maka akan muncul berbagai konsekuensi sosial yang perlu diantisipasi, mulai dari meningkatnya angka pengangguran, terganggunya stabilitas sosial, hingga potensi munculnya berbagai persoalan sosial lainnya.

Karena itu, ia berharap pemerintah dapat memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dengan tata kelola yang lebih baik, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap program-program strategis nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *