Unik! Hasil Pemilihan Ketua RT di Lubuklinggau Imbang, Pemenang Ditentukan Lewat Suit

LUBUKLINGGAU – Pemilihan Ketua RT di salah satu wilayah Kelurahan Tanjung Raya, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, berlangsung unik dan menarik. Pasalnya, hasil pemungutan suara berakhir imbang sehingga pemenang akhirnya ditentukan melalui suit (suwit) di hadapan warga.

Kedua kandidat yang bertarung, yakni M. Isbandi atau Aan dan Alpian Bakardin, memperoleh jumlah suara yang sama. Kondisi tersebut membuat tidak ada calon yang dapat langsung ditetapkan sebagai Ketua RT terpilih melalui hasil penghitungan suara.

Suara Imbang, Kandidat Sepakat Suit

Untuk mengakhiri kebuntuan, kedua calon sepakat menentukan pemenang dengan cara yang tidak biasa, yakni melalui suit secara terbuka yang disaksikan warga setempat.

Kesepakatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang hadir. Suasana yang semula dipenuhi ketegangan berubah menjadi penuh keakraban dan tawa ketika kedua kandidat saling berhadapan untuk melakukan suit.

Momen tersebut pun menjadi perhatian warga karena jarang terjadi dalam proses pemilihan di tingkat lingkungan.

Aan Menang, Rival Tetap Sportif

Berdasarkan hasil suit, M. Isbandi (Aan) berhasil keluar sebagai pemenang dan ditetapkan sebagai Ketua RT terpilih.

Meski harus menerima kekalahan dengan cara yang tidak biasa, Alpian Bakardin menunjukkan sikap sportif dan menerima hasil tersebut dengan lapang dada.

Sikap kedua kandidat yang mengedepankan kebersamaan mendapat apresiasi dari warga yang menyaksikan langsung proses tersebut.

Warga Apresiasi Demokrasi yang Damai

Masyarakat menilai proses pemilihan tersebut menjadi contoh bahwa demokrasi dapat berjalan dengan damai, sportif, dan penuh kekeluargaan tanpa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

Salah seorang warga yang hadir mengatakan bahwa yang paling penting dari sebuah pemilihan bukan sekadar soal menang atau kalah, melainkan bagaimana menjaga kerukunan dan persaudaraan setelah proses demokrasi selesai.

“Yang terpenting adalah kebersamaan warga tetap terjaga. Menang atau kalah itu biasa, tapi persaudaraan harus tetap nomor satu,” ujar salah seorang warga.

Momen unik tersebut pun menjadi bukti bahwa semangat demokrasi dan kekeluargaan masih terjaga di tengah masyarakat, bahkan dalam persaingan yang berlangsung ketat hingga akhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *