KAPUAS HULU – Ratusan umat Paroki Santo Montfort Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, merayakan Gawai Dayak Nasrani dengan penuh sukacita, Selasa (23/6/2026). Perayaan yang berlangsung meriah dan khidmat tersebut menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta melestarikan budaya Dayak yang diwariskan secara turun-temurun.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparatur Kecamatan Badau, tokoh adat, tokoh agama, serta umat Paroki Santo Montfort Badau.
Dalam sambutannya, Bupati Kapuas Hulu menegaskan bahwa Gawai Dayak merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rezeki yang telah diterima masyarakat selama setahun terakhir. Menurutnya, tradisi tersebut memiliki nilai spiritual dan budaya yang sangat penting bagi masyarakat Dayak di Kapuas Hulu.
“Gawai Dayak adalah ungkapan syukur kita atas berkat yang diberikan Sang Pencipta. Di Kapuas Hulu terdapat 22 sub-suku Dayak, dan khusus di wilayah Badau didominasi oleh suku Iban dan Tamanbaloh. Tradisi ini harus terus dirayakan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya menjaga identitas budaya kita,” ujar Fransiskus Diaan.
Ia menambahkan, keberadaan budaya lokal harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman. Karena itu, keterlibatan anak-anak dan kaum muda dalam perayaan Gawai Dayak dinilai penting sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak dini.
“Kami berharap para tokoh adat terus mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan akar budayanya. Saya sangat bangga melihat anak-anak ikut dilibatkan dalam kegiatan ini. Mereka adalah penerus yang akan menjaga dan melestarikan budaya Dayak di masa depan,” katanya.
Menurut Fransiskus, Gawai Dayak bukan hanya menjadi ajang perayaan budaya, tetapi juga sarana memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat. Nilai gotong royong, rasa syukur, serta semangat menjaga warisan leluhur menjadi pesan utama yang harus terus dipertahankan.
Perayaan Gawai Dayak Nasrani di Paroki Santo Montfort Badau tahun ini berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan. Berbagai rangkaian kegiatan budaya dan keagamaan turut mewarnai acara yang disambut antusias oleh masyarakat.
Selain menjadi ungkapan syukur atas berkat dan penyertaan Tuhan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah mempererat hubungan antarwarga serta memperkokoh komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan budaya Dayak sebagai bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Kapuas Hulu.
“Melestarikan budaya berarti menjaga identitas dan warisan leluhur agar tetap hidup di tengah generasi masa kini dan masa depan,” demikian pesan yang mengemuka dalam perayaan tersebut.












