PEMALANG — Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Salafiyah 02 Kalimas sukses menyelenggarakan peringatan Akhirussanah sebagai tanda berakhirnya tahun pembelajaran. Acara yang dihadiri oleh para wali santri, tokoh agama, dan aparat desa ini menjadi momentum syukur sekaligus penguatan sinergi antara lembaga pendidikan dengan masyarakat luas.
Acara yang berlangsung khidmat ini tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga wadah evaluasi dan proyeksi pengembangan madrasah ke depan.
Peningkatan Kesejahteraan Dewan Asatidz dan Sarana Santri
Kepala Madrasah, Ust. Abdul Hadi, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran guru dalam mencetak generasi religius. Sebagai bentuk komitmen menyejahterakan dewan asatidz, pihak madrasah melakukan penyesuaian iuran bulanan santri dari Rp15.000 menjadi Rp20.000.
“Kebijakan ini diambil sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para guru serta untuk menyesuaikan dengan kebutuhan operasional santri yang terus bertambah. Kami ingin memastikan dewan asatidz lebih sejahtera agar kualitas pengajaran terus meningkat,” ungkap Ust. Abdul Hadi.
Dukungan Pemerintah Desa Kalimas untuk Masa Depan Pendidikan
Kepala Desa Kalimas, Mujjiono, turut hadir memberikan motivasi kepada para santri. Ia mengingatkan bahwa Akhirussanah hanyalah awal dari perjalanan panjang menuntut ilmu yang lebih luas.
Terkait infrastruktur, Kades Mujjiono memberikan penjelasan transparan mengenai fokus anggaran desa saat ini yang sedang diprioritaskan untuk pembangunan gedung Koperasi Merah Putih. Namun, ia menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi visi utama kemajuan desa. “Pendidikan adalah pondasi utama desa. Kami berharap ke depan, perbaikan sarana pendidikan yang rusak dapat segera kami prioritaskan kembali,” tuturnya.
Tausiyah Kyai Anam: Ilmu sebagai Cahaya Kehidupan
Puncak acara semakin bermakna dengan kehadiran mubalig kondang, Kyai Anam. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan para santri dan orang tua tentang pentingnya niat ikhlas dalam menuntut ilmu.
“Keberkahan ilmu tidak diukur dari seberapa banyak yang dihafal, melainkan seberapa besar manfaatnya bagi kehidupan. Ilmu yang berkah akan menjadi cahaya bagi santri dan lingkungan sekitarnya,” pesan Kyai Anam yang disambut antusias oleh para jamaah.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan ilmu dan kesuksesan para santri di jenjang berikutnya. Akhirussanah ini menjadi simbol kuatnya kebersamaan antara pemerintah desa, ulama, dan masyarakat dalam menjaga marwah pendidikan Islam di Desa Kalimas.












