Loloda Utara Terisolasi: Banjir dan Longsor Terjang 5 Desa, Listrik serta Komunikasi Putus Total

HALMAHERA UTARA — Bencana alam melanda wilayah Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Hujan deras dan angin kencang yang mengguyur selama tiga hari berturut-turut, sejak 4 hingga 7 Januari 2026, memicu banjir besar dan tanah longsor yang merendam pemukiman warga di lima desa.

Kondisi dilaporkan semakin memburuk pada Rabu (7/1/2026) siang, seiring dengan datangnya banjir susulan yang lebih kuat dan material longsor yang menimbun akses jalan utama.

Desa Terisolasi dan Akses Lumpuh

Tanah longsor yang berasal dari perbukitan sekitar telah menutup akses transportasi darat, mengakibatkan jalan rusak parah dan tidak dapat dilalui kendaraan. Akibatnya, lima desa yang terdampak kini dalam kondisi terisolasi dari dunia luar.

Situasi diperparah dengan putusnya aliran listrik dan hilangnya jaringan komunikasi (blank spot) di seluruh wilayah terdampak. Warga kesulitan mengirimkan sinyal darurat maupun memberikan kabar mengenai kondisi terkini kepada pihak otoritas terkait.

Warga Bertahan secara Swadaya Tanpa Bantuan

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah akibat rumah warga yang tenggelam dan infrastruktur yang hancur.

Mirisnya, warga di lima desa tersebut mengaku belum mendapatkan sentuhan bantuan dari pemerintah daerah maupun pihak berwenang lainnya. “Hingga saat ini, belum ada bantuan masuk. Warga hanya mengandalkan bantuan lokal dan bergotong-royong secara swadaya untuk menyelamatkan harta benda,” ungkap salah satu laporan warga dari lokasi.

Butuh Evakuasi dan Logistik Segera

Mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, warga sangat mengharapkan adanya tindakan cepat dari BPBD Halmahera Utara dan Dinas Sosial. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi:

  • Bahan makanan dan air bersih.

  • Pembukaan akses jalan yang tertimbun longsor.

  • Pemulihan jaringan komunikasi dan listrik.

  • Obat-obatan dan perlengkapan tidur darurat.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara diharapkan segera mengirimkan tim evakuasi dan bantuan logistik mengingat kondisi warga yang kini kian memprihatinkan di tengah hujan yang masih terus mengguyur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *