BANJARNEGARA — Publik Banjarnegara dibuat geram oleh kabar mandeknya kasus hukum yang menimpa seorang ibu di Desa Karangkobar. Meski sudah dilaporkan ke polisi sejak empat bulan lalu, oknum Ketua RT yang diduga hobi merekam warga mandi hingga kini masih bisa menghirup udara segar tanpa tersentuh hukum.
Lantaran merasa laporan mereka hanya jadi tumpukan kertas di kantor polisi, keluarga korban akhirnya nekat “curhat” di media sosial. Benar saja, kekuatan netizen langsung membuat kasus yang sempat mengendap sejak Oktober 2025 ini mendadak meledak di bulan Februari 2026.
Sudah Ada Bukti Video, Kenapa Belum Ditangkap?
Keluarga korban merasa dipermainkan oleh lambatnya proses hukum. Melalui akun Instagram @rahayuning__, sang anak membeberkan bahwa mereka sudah mengantongi bukti kuat berupa rekaman video yang ditemukan langsung di folder sampah (Recently Deleted) ponsel milik pelaku.
“Ibu saya malu seumur hidup, tapi pelaku malah bebas berkeliaran seolah tidak punya dosa. Di mana keadilannya? Apalagi dia itu Ketua RT yang harusnya melindungi warga,” tulisnya dengan nada kecewa.
Kronologi Pengabaian: Laporan 10 Oktober 2025 yang “Membatu”
Dugaan aksi bejat oknum RT di Jengkol, Desa Karangkobar ini sebenarnya sudah dilaporkan secara resmi pada 10 Oktober 2025. Namun, hingga hari ini, Senin (24/2/2026), keluarga korban mengaku belum melihat adanya tanda-tanda pelaku bakal dijebloskan ke penjara.
Padahal, aksi pelaku bukan cuma sekali. Anak pelaku sendiri kabarnya sempat keceplosan bilang bahwa di HP ayahnya banyak video ibu korban sedang mandi sejak tahun 2024. Bukti sudah jelas, saksi sudah ada, namun kinerja Polres Banjarnegara dalam kasus ini dipertanyakan besar-besaran oleh publik.
Netizen: “Harus Viral Dulu Baru Polisi Gerak?”
Mandeknya kasus ini memicu sentimen negatif terhadap jargon kepolisian. Banyak warga yang menyayangkan kenapa korban harus bersusah payah memviralkan kasusnya terlebih dahulu agar mendapatkan perhatian serius dari aparat.
“Polisi jangan tidur! Bukti sudah ada di depan mata, tunggu apa lagi?” komentar salah satu warganet di unggahan korban.
Keluarga kini hanya berharap Polres Banjarnegara segera memberikan kepastian hukum. Mereka tidak ingin trauma korban semakin parah karena melihat pelaku masih bebas petantang-petenteng di lingkungan desa tanpa merasa bersalah.












