Ditargetkan tahun ini angka stunting secara nasional harus turun di angka 14%. Mencermati kondisi tersebut sebagai upaya TNI dalam membantu pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul, maka Staf Teritorial TNI bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan dilandasi UU No 34 Tahun 2024, membantu tugas pemerintah di daerah dengan melaksanakan rangkaian kegiatan KB – Kesehatan Penyuluhan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di wilayah Kodim 1621 TTS pada Kamis 05/08.
Diketahui kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta. Kegiatan tersebut berlangsung 2 hari sejak tanggal 4 hingga 5 September 2024.
Aster Panglima TNI Mayor Jenderal Novi Helmy Prasetya, S.I.P., M.I.P. melalui Staf Ahli Tingkat 2 Bidang Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Siber Panglima TNI, Kolonel Infanteri Ely H. Limbong, S.Sos, MM saat membacakan Amanat Aster Panglima TNI menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya dari Mabes TNI mendukung program Presiden untuk menekan angka stunting secara nasional. Ditargetkan tahun ini angka stunting secara nasional harus turun di angka 14 persen.
“Kondisi saat ini diketahui bahwa produktivitas sumber daya manusia di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Hal tersebut ditandai dengan masih terdapatnya kasus anak stunting yang mencapai angka 21,5 persen berdasarkan hasil survei status kesehatan Indonesia di tahun 2023 yang lalu, hal ini tentu masih menjadi hambatan bagi bangsa Indonesia dalam berkompetisi dengan bangsa-bangsa maju lainnya, untuk itu ditargetkan tahun ini angka stunting secara nasional harus turun di angka 14 persen,” ucapnya.
Pj. Bupati Timor Tengah Selatan melalui Asisten Sekda TTS Deni Nubatonis berterima kasih kepada TNI yang sudah membantu mengawal stunting di TTS. Setda juga menegaskan saat ini angka stunting di Kabupaten TTS masih tinggi yaitu di angka 24 % lebih. Pemda melalui dinas terkait terus melakukan upaya guna menekan angka stunting. Menurutnya stunting di TTS cukup tinggi yaitu 24,9 persen dan masih mengejar 14 persen. Untuk itu perlu mereka apresiasi langkah TNI yang sudah berupaya membantu pemerintah. “Saya berharap ini bukan terakhir namun kedepan bisa berlanjut, agar sisa 14 persen ini bisa terkejar,” pungkas Deni.













