Sejak 2012 Belum Teraliri Listrik, Puluhan KK di Muba Berharap PLN Segera Bangun Jaringan

MUSI BANYUASIN – Sebanyak 55 kepala keluarga (KK) di RT 05A/RW 001, Dusun 1, Desa Mangsang Hijrah Mukti Lubuk Batu, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, mengaku hingga kini belum menikmati aliran listrik dari jaringan PLN.

Warga menyebut kondisi tersebut telah berlangsung sejak 2012. Selama lebih dari satu dekade, aktivitas masyarakat pada malam hari masih bergantung pada sumber penerangan alternatif yang dinilai terbatas.

Melalui penyampaian aspirasi kepada media, warga berharap PT PLN (Persero) dapat memberikan perhatian dengan membangun jaringan listrik menuju permukiman mereka guna mendukung kebutuhan rumah tangga, pendidikan, maupun aktivitas ekonomi masyarakat.

Warga Berharap Segera Nikmati Listrik PLN

Perwakilan warga, Selamet, mengatakan kehadiran listrik menjadi harapan besar masyarakat karena dinilai akan membawa perubahan terhadap kualitas hidup warga.

“Jika ada listrik maka akan membuat hidup kami lebih baik. Anak-anak bisa belajar malam, usaha kecil bisa jalan, dan keamanan lingkungan juga lebih terjamin,” ujarnya.

Menurut warga, akses listrik tidak hanya dibutuhkan untuk kebutuhan penerangan, tetapi juga menjadi penunjang berbagai aktivitas produktif yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

LSM BRANTAS Dorong Percepatan Layanan Kelistrikan

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Jenderal LSM BRANTAS Musi Banyuasin, M. Juanda, S.M., meminta agar kebutuhan listrik masyarakat menjadi perhatian pihak terkait.

Ia menilai akses terhadap energi listrik merupakan kebutuhan dasar yang memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Sudah sekitar 14 tahun warga belum menikmati listrik. Kami berharap pihak PLN dapat menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Warga Siapkan Tiang dan Kabel Secara Swadaya

Sebagai bentuk keseriusan, warga mengaku telah melakukan upaya swadaya dengan menyediakan sekitar 40 tiang listrik serta kabel induk sepanjang kurang lebih 2.000 meter.

Namun hingga saat ini, fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan karena belum tersambung dengan jaringan listrik utama.

Warga berharap pihak PLN dapat melakukan survei atau peninjauan langsung ke lokasi untuk melihat kondisi yang mereka alami sekaligus menilai kebutuhan pembangunan jaringan listrik di wilayah tersebut.

“Kami berharap permohonan ini dapat menjadi perhatian sehingga masyarakat di Dusun 1 Desa Mangsang Hijrah Mukti Lubuk Batu dapat segera menikmati aliran listrik seperti daerah lainnya,” kata Selamet.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) maupun Unit Layanan Pelanggan (ULP) yang membawahi wilayah tersebut terkait aspirasi masyarakat. Apabila terdapat tanggapan atau penjelasan dari pihak PLN, redaksi akan memperbarui informasi ini sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *