SUKA MAKMUE — Kepolisian Resor (Polres) Nagan Raya berhasil mengawal jalannya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh massa Rakyat Penambang Pribumi Nagan (RPN) dan LSM Trinusa di Gedung DPRK Nagan Raya, Senin (9/2/2026). Aksi ini merupakan respons masyarakat pasca-operasi penertiban Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang digelar tim gabungan pada Sabtu lalu.
Pengamanan ketat namun humanis ini dipimpin langsung oleh Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K., dengan mengerahkan sebanyak 117 personel gabungan.
Kedepankan Langkah Preemtif dan Humanis
Dalam apel kesiapan sebelum massa tiba, Kapolres AKBP Dr. Benny Bathara menegaskan kepada seluruh personel agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Ia menekankan pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mengedepankan sisi humanis dalam menghadapi penyampaian aspirasi publik.
“Kami instruksikan kepada seluruh personel untuk tetap mengedepankan langkah preemtif dan terukur. Tujuan utama kita adalah memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan dengan aman tanpa merugikan pihak manapun,” tegas Kapolres di hadapan personel gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP/WH.
Massa Tuntut Solusi Legalitas Tambang Pribumi
Sekitar 300 orang massa mulai memadati halaman Kantor DPRK Nagan Raya pada tengah hari. Dalam orasinya, para penambang menyampaikan kekhawatiran mendalam atas hilangnya mata pencaharian mereka pasca-penertiban. Mereka menegaskan bahwa aktivitas tersebut dilakukan oleh warga asli pribumi demi menyambung hidup.
Massa mendesak agar Pemerintah Daerah, DPRK, dan aparat penegak hukum tidak sekadar melarang, tetapi juga memberikan pembinaan serta memfasilitasi mekanisme legal (Wilayah Pertambangan Rakyat) agar aktivitas mereka dapat berjalan sesuai undang-undang.
Kesepakatan dan Penandatanganan Petisi
Aspirasi tersebut diterima langsung oleh perwakilan DPRK Nagan Raya, di antaranya Ketua Komisi II Zulkarnain, S.H., serta unsur eksekutif yang diwakili Sekretaris Daerah. Melalui koordinasi yang intensif, pihak otoritas akhirnya menandatangani petisi komitmen untuk mencari solusi bersama terkait pembinaan rakyat penambang pribumi.
Kapolres Nagan Raya mengapresiasi kedewasaan massa yang melakukan aksi dengan tertib. Hingga massa membubarkan diri pada pukul 16.50 WIB, situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali.
“Polres Nagan Raya berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas keamanan serta mengawal setiap proses demokrasi dan penyampaian aspirasi secara profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tutup AKBP Dr. Benny Bathara.














