LOLODA UTARA – Kualitas jaringan telekomunikasi di Kecamatan Loloda Utara, Halmahera Utara, dikeluhkan masyarakat karena mengalami kelambatan (lowbat atau lelet) yang signifikan. Keluhan ini secara khusus menyoroti kinerja operator dan petugas yang dinilai santai serta kurang peduli terhadap pemeliharaan menara yang ada.
Seorang warga dan pengguna, Eril, menyampaikan keluhannya kepada awak media, menyoroti kondisi menara Telkomsel yang besar dan tinggi di Desa Pacao.
“Terutama menara Telkomsel yang besar dan tinggi yang dibangun di Desa Pacao, kurang lebih tinggi menara 72 meter, sangat lelet dan jelek sekali jaringannya karena kurang ada perhatian. Kami berharap kepada pengelola agar bisa memperbaiki lebih bagus dan maksimal karena banyak pengguna merasa kecewa dengan jaringan tersebut,” ujar Eril melalui pesan WhatsApp pada Minggu (23/11/2025).
Eril juga mengungkapkan bahwa banyak menara yang dibangun di Loloda Utara namun tidak berfungsi secara maksimal, bahkan mencapai 75% tidak berfungsi, terutama menara XL.
Menara Tinggi, Kapasitas Kecil, dan Biaya Sia-sia
Masyarakat mempertanyakan kegunaan pembangunan menara tinggi jika kualitas layanannya rendah. Eril mendesak adanya perhatian serius dari pihak pengelola.
“Kalau boleh harus ada perhatian serius untuk pengelola. Guna apa dibangun kalau tidak berfungsi, bikin habis anggaran saja,” tegasnya.
Secara spesifik, masyarakat meminta perbaikan menara Telkomsel yang berada di antara Desa Tate dan Pacao, yang sangat vital untuk kepentingan akses masyarakat umum.
“Tolong diperbaiki untuk akses kepentingan masyarakat umum. Jangan menara tinggi, tetapi kapasitas kecil, yang mengakibatkan kekecewaan masyarakat dan pengguna saja,” tutup Eril, mewakili kekecewaan publik atas layanan telekomunikasi yang tidak memadai di Loloda Utara.












