HUKUM  

Mengendus Penggelapan Dana di Kantor: Kapan Sebaiknya Perusahaan Bersikap?

SAMARINDA — Ketika perusahaan mencurigai adanya karyawan yang menyalahgunakan wewenang demi keuntungan pribadi—kondisi yang paling sering ditemukan pada divisi keuangan atau payroll—reaksi pertama pimpinan manajemen kerap berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) secara instan.

Managing Partner Kantor Hukum Krissandi & Partners, Roszi Krissandi, S.H., C.PLA, menilai reaksi tergesa-gesa tersebut justru berpotensi merugikan dan melemahkan posisi hukum perusahaan saat perkara dibawa ke ranah peradilan.

Langkah Pertama: Audit Forensik Internal yang Terstruktur

Langkah krusial yang mestinya ditempuh terlebih dahulu adalah menjalankan audit forensik internal secara tertata, bukan bertindak berdasarkan desas-desus.

Dalam praktiknya, pengumpulan bukti wajib dilakukan secara sistematis yang mencakup:

  • Menyusun kronologi peristiwa secara detail berdasarkan tanggal dan waktu kejadian.

  • Mengamankan dokumen transaksi keuangan yang membuktikan aliran dana sebenarnya.

  • Memisahkan fakta yang terverifikasi dari sekadar dugaan sementara.

Tanpa konstruksi pembuktian yang solid sejak awal, perkara yang secara substansi kuat berisiko mentah di pengadilan hanya karena berkas pembuktian yang kurang rapi.

Amankan Dokumen dan Jaga Kerahasiaan Investigasi

Aspek yang kerap terabaikan saat indikasi penggelapan mencuat adalah risiko hilangnya barang bukti. Begitu indikasi awal ditemukan, manajemen harus segera mengamankan akses sistem, data digital, serta dokumen fisik terkait.

Roszi Krissandi menyarankan agar proses investigasi dibarengi dengan kebijakan kerahasiaan internal. Mengumumkan tuduhan secara terbuka ke seluruh karyawan sebelum proses audit selesai dapat memicu kebocoran data, merusak proses pembuktian, hingga berpotensi memicu sengketa pencemaran nama baik.

Pemisahan Estimasi Kerugian

Nilai kerugian finansial wajib dipisahkan dengan tegas antara angka yang sudah terbukti dengan bukti otentik dan angka yang masih bersifat indikasi awal.

Menggabungkan angka dugaan ke dalam klaim kerugian resmi berisiko menurunkan kredibilitas penanganan kasus secara keseluruhan apabila salah satu komponen angka berhasil dibantah oleh pihak lawan.

Penanganan dugaan penggelapan internal pada akhirnya bertumpu pada ketelitian serta kesabaran dalam menyusun pembuktian, bukan sekadar respons emosional yang terburu-buru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *