Kemarau Panjang Picu Perebutan Air Irigasi, Petani Tonggolobibi Rawan Berselisih

DONGGALA — Kemarau panjang yang melanda Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mulai berdampak serius terhadap aktivitas pertanian. Anjloknya debit air pada jaringan irigasi memicu persaingan ketat antarpetani dalam memperebutkan pasokan air sawah.

Saling Alih Aliran Air Hingga Larut Malam

Keterbatasan pasokan air memaksa sejumlah petani bertahan di area persawahan hingga larut malam dan dini hari demi mengalirkan air ke lahan mereka. Kendati demikian, air yang diarahkan kerap dialihkan secara sepihak oleh petani lain sebelum kebutuhan tanaman mencukupi.

Kondisi tersebut memicu ketegangan antarpetani yang berpotensi memicu konflik terbuka. Selain mengancam kerukunan warga, situasi ini dinilai rawan mendorong aksi pembukaan paksa yang berisiko merusak fasilitas dan pintu air irigasi.

Desak Musyawarah Pembagian Jadwal Irigasi

Guna mengantisipasi meluasnya perselisihan dan ancaman gagal panen, pemerintah desa bersama Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) serta kelompok tani didorong untuk segera menggelar musyawarah bersama.

Langkah cepat dibutuhkan untuk menyusun skema penjadwalan distribusi air secara adil per wilayah hamparan, dilengkapi dengan pembentukan petugas piket pengawas pintu air agar pengaliran berjalan tertib sesuai kesepakatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *