AGATS – Solidaritas, kepedulian, dan pemanfaatan teknologi kembali membuktikan perannya dalam menyelamatkan nyawa manusia. Komunitas Pilot Drone Sky Sculptor Asmat menunjukkan aksi nyata kemanusiaan dengan terlibat langsung dalam operasi pencarian seorang anggota Komunitas Ojek Speed Boat Asmat (Koresba) yang dilaporkan hilang di jalur perairan Timika–Agats sejak Senin lalu.
Misi pencarian ini menjadi bukti bahwa teknologi tidak hanya digunakan untuk kebutuhan dokumentasi dan visualisasi, tetapi juga mampu menjadi alat penyelamat dalam situasi darurat yang berpacu dengan waktu.
Respons Cepat Setelah Laporan Orang Hilang
Operasi pencarian bermula setelah Koresba menerima informasi hilangnya salah satu armada speed boat beserta pengemudinya di perairan selatan Papua. Menyadari medan pencarian yang luas dan penuh tantangan, Komunitas Pilot Drone Sky Sculptor Asmat segera bergerak cepat melakukan koordinasi dan menyusun strategi pencarian berbasis teknologi udara.
Di bawah arahan Ketua Komunitas Sky Sculptor Asmat, dr. Marthen Elmas, tim langsung mengerahkan sejumlah drone untuk membantu menyisir wilayah-wilayah yang sulit dijangkau oleh kapal maupun pengamatan manusia dari permukaan laut.
Dua Pilot Drone Jadi Ujung Tombak Operasi
Dua anggota senior komunitas, Stefen N. Silubun dan Kurniawan, dipercaya menjadi pilot utama dalam operasi kemanusiaan tersebut.
Keduanya diterjunkan langsung ke lapangan untuk mengoperasikan armada drone dalam misi pencarian yang berlangsung di wilayah perairan dengan kondisi geografis yang kompleks dan berisiko tinggi.
“Kami tidak sedang menyalurkan hobi di sini. Ini adalah misi penyelamatan nyawa, di mana setiap detik sangat berharga. Kami mengerahkan empat unit drone dengan fungsi berbeda untuk memetakan titik-titik pencarian yang krusial,” ujar Kurniawan.
Drone Dikerahkan Menembus Titik Buta Perairan
Stefen N. Silubun menjelaskan bahwa jalur laut Timika–Agats dikenal memiliki tantangan yang sangat berat, mulai dari cuaca ekstrem, wilayah perairan yang luas, hingga banyaknya area blank spot yang sulit dijangkau pencarian konvensional.
“Ketika informasi hilangnya saudara kita dari Koresba masuk ke kami, tidak ada waktu untuk berpikir dua kali. Banyak area yang berbahaya jika hanya disusuri menggunakan kapal cepat. Karena itu, teknologi drone menjadi solusi penting dalam memperluas jangkauan pencarian,” ungkap Stefen.
Empat Drone dengan Misi Berbeda
Untuk memaksimalkan operasi pencarian, tim Sky Sculptor Asmat membagi fungsi armada drone menjadi beberapa kategori khusus:
Drone Taktis Kanal
Bertugas menyusuri jalur kanal sempit dan kawasan hutan bakau yang sulit dijangkau dari permukaan.
Drone Pemantau Pesisir
Difokuskan untuk memeriksa area gundukan pasir atau “rep” yang muncul saat air laut surut dan sering menjadi lokasi terdampar darurat.
Drone Long-Range Laut Lepas
Digunakan untuk melakukan pemantauan jarak jauh di wilayah lautan terbuka guna mendeteksi objek atau aktivitas mencurigakan dari ketinggian.
Drone Cadangan Operasional
Disiapkan untuk mendukung keberlanjutan operasi apabila terjadi kendala teknis di lapangan.
Kolaborasi Kemanusiaan yang Berbuah Hasil
Pemanfaatan teknologi drone terbukti membantu mempercepat proses pencarian sekaligus memperluas cakupan area yang dapat dipantau dalam waktu singkat.
Menurut Kurniawan, seluruh anggota komunitas bergerak atas dasar kepedulian dan rasa persaudaraan yang kuat terhadap sesama masyarakat Asmat.
“Kami bangga bisa menjadi bagian dari misi kemanusiaan ini. Sejak malam sebelum operasi dimulai, kami terus berkoordinasi dengan Ketua Komunitas agar dukungan teknis yang diberikan benar-benar maksimal,” katanya.
Korban Akhirnya Ditemukan Selamat
Kerja keras berbagai pihak akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan. Korban berhasil ditemukan oleh sebuah kapal yang melintas di perairan luar Timika setelah beberapa hari terombang-ambing di tengah laut.
Ketua Koresba, Johanis Helyanan, membenarkan bahwa anggota mereka telah ditemukan dalam kondisi selamat dan saat ini sedang menjalani penanganan medis di Timika.
Korban ditemukan jauh dari daratan setelah bertahan hidup di tengah kondisi laut yang cukup ekstrem.
Teknologi untuk Kemanusiaan
Keberhasilan operasi pencarian ini menjadi bukti bahwa teknologi dapat memberikan manfaat besar ketika digunakan untuk kepentingan kemanusiaan.
Dedikasi yang ditunjukkan Komunitas Pilot Drone Sky Sculptor Asmat, khususnya Stefen N. Silubun dan Kurniawan, memperlihatkan bagaimana komunitas teknologi dapat bertransformasi menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat menghadapi situasi darurat.
Aksi mereka sekaligus menjadi inspirasi bahwa kemajuan teknologi akan memiliki makna yang lebih besar ketika digunakan untuk menyelamatkan nyawa dan membantu sesama manusia.












