SOE, TIMOR TENGAH SELATAN – Wakil Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Timur, Simon Petrus Kamlasi, secara resmi membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang berlangsung di Aula Petra, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh PAN tingkat provinsi dan kabupaten, termasuk Sekretaris DPW PAN NTT Marthen A. Lenggu, Ketua DPW Barisan Muda Penegak Amanat Nasional Kamarudin, Wakil Ketua DPW PAN NTT Johanis Lakapu, Asisten I Sekda TTS, perwakilan KPU dan Bawaslu TTS, serta jajaran pengurus partai dari berbagai tingkatan.
PAN TTS Perkuat Struktur Organisasi
Ketua DPD PAN Kabupaten TTS, Viktor I. Soinbala, mengatakan Muscab menjadi momentum penting untuk memperkuat mesin partai hingga tingkat kecamatan dan desa.
Menurutnya, pembaruan struktur organisasi diperlukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi berbagai agenda politik ke depan.
“Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan meningkatkan kesiapan partai dalam menghadapi tantangan politik yang akan datang,” ujarnya.
Viktor juga menyampaikan optimisme terhadap perkembangan PAN di TTS dengan bergabungnya sejumlah tokoh yang dinilai memiliki pengalaman dan kapasitas dalam membangun partai.
Simon Kamlasi: Pemimpin Harus Paham Daerahnya
Dalam sambutannya, Simon Petrus Kamlasi menekankan pentingnya menghadirkan pemimpin yang memahami kebutuhan dan karakter masyarakat daerahnya.
Ia menilai pembangunan akan berjalan lebih efektif apabila dipimpin oleh figur yang memahami kondisi sosial, budaya, dan persoalan yang dihadapi masyarakat setempat.
Menurutnya, pendidikan politik juga harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya muncul menjelang momentum pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah.
“Jangan hanya hadir ketika membutuhkan dukungan politik. Pendidikan politik harus dilakukan secara terus-menerus agar masyarakat semakin cerdas dalam menentukan pilihan,” tegas Simon.
Prestasi Tidak Dibangun dari Politik Sesaat
Simon Kamlasi menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dicapai melalui langkah-langkah instan maupun politik jangka pendek.
Menurutnya, prestasi besar hanya dapat lahir dari fondasi yang kuat, kerja keras yang berkelanjutan, serta komitmen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Prestasi dibangun dari pondasi yang kuat, bukan dari politik sesaat. Apa yang kita kerjakan hari ini akan menjadi warisan bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Fokus pada Kesejahteraan Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Simon juga menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi kebutuhan utama masyarakat Timor Tengah Selatan, mulai dari penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur, hingga pemberdayaan masyarakat dan generasi muda.
Ia menegaskan bahwa seluruh kader PAN harus hadir dengan kerja nyata dan solusi konkret bagi masyarakat, bukan sekadar menawarkan janji politik.
Selain itu, pemberdayaan perempuan dan penguatan peran anak muda juga disebut sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Perkuat Solidaritas Menuju Kemajuan Daerah
Melalui Muscab ini, PAN Kabupaten Timor Tengah Selatan berkomitmen memperkuat solidaritas internal partai sekaligus memperkokoh peran organisasi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Partai berlambang matahari putih tersebut berharap konsolidasi yang dilakukan dapat menjadi langkah awal menuju pembangunan daerah yang lebih maju, adil, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat TTS.












