Ketua Golkar Jateng Mohammad Saleh Perintahkan Kader Kepung Akar Rumput Klaten

KLATEN — Mesin politik Partai Golkar di Jawa Tengah resmi dipanaskan lebih awal demi merebut kejayaan mutlak pada Pemilu 2029. Strategi ofensif tersebut dibakar secara masif dalam agenda Pengukuhan Pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Klaten Periode 2025-2030 yang dirangkaikan langsung dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Kantor DPD Golkar Klaten, Minggu (24/05/2026).

Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh, turun gunung memberikan komando tempur dan maklumat keras kepada seluruh pengurus baru agar tidak menjadi politisi menara gading yang jauh dari rakyat.

Tiga Instruksi Sakral DPP: Kantor Golkar Wajib Jadi Rumah Rakyat

Sesaat setelah prosesi pengukuhan selesai, Mohammad Saleh membeberkan tiga instruksi utama dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang bersifat mengikat dan wajib dijalankan tanpa kecuali oleh seluruh kader di daerah:

  • Buka Pintu Kantor DPD: Menjadikan markas DPD Golkar di tiap kabupaten sebagai pusat pengaduan dan penampung aspirasi utama bagi warga masyarakat lokal.

  • Hukumnya Wajib bagi Fraksi DPRD: Anggota DPRD dari Fraksi Golkar wajib hukumnya mengawal, mengeksekusi, dan menuntaskan setiap keluhan warga yang masuk ke kantor partai.

  • Gempur Basis Massa Bawah: Kader diperintahkan memperbanyak kerja nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat kecil di akar rumput.

“Kita harus banyak menyentuh masyarakat. Artinya kita kan tidak mungkin menyentuh kalau kita mengambil jarak. Mau tidak mau kita harus dekat dengan masyarakat. Kalau kedekatan itu sudah terbangun, tentu nanti pada tahun 2029 untuk memenangkan pertarungan akan jauh lebih mudah,” tegas Mohammad Saleh kepada awak media.

Ungkit Sejarah Emas Era Bupati ‘Pak Narno’ dan Yoga Hardaya

Mohammad Saleh juga membakar kepercayaan diri para kader dengan mengungkit memori kolektif kejayaan masa lalu Golkar di Bumi Bersinar. Ia mengingatkan bahwa Klaten memiliki sejarah politik yang sangat kuat bersama Golkar, mulai dari era Wakil Bupati Yoga Hardaya hingga kepemimpinan Bupati Sunarno (Pak Narno) pada periode pertama yang dicalonkan resmi oleh Partai Golkar.

“Kita punya sejarah emas di sini. Harapan besar kami, kepengurusan baru di bawah komando Golkar Klaten ke depan bisa menambah raihan kursi di parlemen secara signifikan dan memberikan sumbangsih nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Klaten,” lanjutnya.

Basuki Effendi Tancap Gas Konsolidasi Desa hingga Kecamatan

Merespons instruksi komando tersebut, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Klaten yang baru dikukuhkan, Basuki Effendi (akrab disapa Fendy), menyatakan siap tancap gas. Rakerda tahun ini difokuskan secara agresif pada penguatan struktur internal partai dari level atas hingga bawah.

Partai Golkar Klaten telah merumuskan jadwal konsolidasi kilat yang menyasar seluruh Pimpinan Kecamatan (PK) hingga Pimpinan Desa (PD) se-Kabupaten Klaten demi mengamankan kenaikan perolehan suara secara radikal.

Saat disinggung mengenai posisi politik Golkar pasca-Pilkada lalu, Fendy menegaskan bahwa hubungan dengan pemerintah daerah tetap harmonis dan kondusif. Meskipun Golkar tidak masuk dalam koalisi pengusung bupati dan wakil bupati yang menjabat saat ini, roda komunikasi politik demi kepentingan rakyat Klaten dipastikan tetap berjalan dengan sangat baik tanpa ada sekat sentimen politik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *