SIDOARJO — Semangat membara dan atmosfer kompetisi olahraga pelajar kembali mengguncang Kabupaten Sidoarjo. Ajang bergengsi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2026 resmi digulirkan sejak Selasa (19/05/2026), menjadi panggung raksasa bagi ratusan atlet cilik dari tingkat Sekolah Dasar (SD) di 18 kecamatan untuk unjuk gigi.
Namun, di balik kemeriahan dan gairah tinggi para peserta, pelaksanaan O2SN tahun ini menyisakan riak perbincangan hangat di kalangan pembina olahraga daerah terkait nasib salah satu cabang olahraga (cabor) unggulan.
Ratusan Atlet Cilik Padati 4 Venue Utama
Untuk menampung ambisi para atlet muda, panitia penyelenggara menyebar arena pertandingan ke empat venue utama di jantung Kota Sidoarjo. Cabor atletik kids yang memainkan nomor seru seperti Formula One dan Kanga Escape sukses memadati Stadion Jenggolo lewat suguhan adu kecepatan dan kelincahan motorik anak.
Sementara itu, adu jotos penuh sportivitas cabor pencak silat digelar khidmat di Aula SMPN 2 Sidoarjo, cabor renang adu cepat di lintasan Kolam Renang Sendang Delta, dan cabor bulu tangkis berpusat di GOR Cemerlang. Secara total, ada enam cabor yang dipertandingkan pada fase daerah ini, meliputi senam, pencak silat, bulu tangkis, renang, atletik kids, dan karate.
Karate Sidoarjo Berprestasi, Tapi “Dianaktirikan” di Level Nasional?
Di tengah gemuruh kompetisi, keputusan panitia pusat menjadi sorotan tajam para pelatih dan pengamat olahraga. Cabor karate dilaporkan absen dan tidak masuk dalam daftar nominasi nomor resmi yang diprioritaskan untuk dipertandingkan pada O2SN tingkat nasional tahun ini.
Kondisi tersebut dinilai menjadi kerugian bandar bagi Kabupaten Sidoarjo. Pasalnya, Bumi Delta dikenal sebagai salah satu lumbung penghasil karateka muda berbakat yang rutin menyumbang medali emas di level regional hingga nasional berkat aktifnya pembinaan di berbagai dojo.
“Perkembangan karate di Sidoarjo ini sangat luar biasa baik. Pembinaan dojo aktif dan grafik prestasi atlet pelajar kita terus meroket. Sungguh sangat disayangkan dan aneh jika cabor berpotensi besar ini justru tidak masuk nomor prioritas di O2SN tingkat nasional,” cetus salah satu pembina olahraga pelajar dengan nada kecewa di sela-sela pertandingan.
Disiplin Baja, Karate dan Renang Rampung Paling Kilat
Meski dihantam isu miring dari pusat, mental bertanding para karateka cilik Sidoarjo tidak gembos. Terbukti, cabor karate justru menjadi salah satu yang paling cepat merampungkan seluruh rangkaian bagan pertandingan dengan sangat tertib bersama dengan cabor renang.
Di sisi lain, jalannya kompetisi cabor renang dan atletik kids juga berlangsung super ketat demi memperebutkan tiket sakti menuju gerbang kompetisi selanjutnya.
Pemerintah Daerah bersama pihak sekolah menegaskan bahwa O2SN 2026 bukan sekadar urusan kejar-kejaran medali emas semata, melainkan wadah investasi jangka panjang untuk menggembleng mentalitas, kedisiplinan, dan sportivitas generasi muda. Publik olahraga Sidoarjo kini mendesak agar cabor potensial seperti karate kembali mendapatkan hak dan ruang yang lebih adil dalam sistem kompetisi nasional di masa mendatang.













