JOMBANG — Keluhan masyarakat mengenai infrastruktur jalan kembali mencuat di wilayah Kabupaten Jombang. Sepanjang kurang lebih 1 kilometer ruas jalan Sukurejo, Purwodadi, hingga Mojowarno dilaporkan dalam kondisi rusak parah selama bertahun-tahun tanpa adanya perbaikan permanen.
Akses vital yang menghubungkan Jalan Diponegoro menuju Desa Ringinpitu serta arah Sumberboto ini kini menyerupai “kubangan kerbau” setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Kondisi Jalan Membahayakan Pengguna
Berdasarkan pantauan di lokasi, aspal yang mengelupas telah menciptakan lubang-lubang dalam di sepanjang badan jalan. Drainase yang buruk memperparah keadaan dengan munculnya genangan air yang menutupi lubang, sehingga sangat berisiko bagi keselamatan pengendara motor dan mobil.
Meski berbahaya, warga mengaku tidak punya pilihan lain. Melewati jalur alternatif dianggap tidak efisien karena harus memutar sejauh 4–5 kilometer dengan waktu tempuh tambahan hingga satu jam.
“Setiap hari kami harus bertaruh nyawa lewat sini untuk kerja dan antar jemput sekolah. Kalau tidak lewat sini, kami harus memutar jauh sekali. Kami sangat berharap pemerintah segera turun tangan,” ujar salah seorang warga pengguna jalan, Senin (16/2/2026).
Menagih Janji Politik “Bangun Desa Menata Kota”
Masyarakat setempat kini mulai bersuara lantang menagih janji politik Bupati Jombang, H. Warsubi, yang pada masa pemilihan lalu mengusung jargon “Bangun Desa Menata Kota”. Warga menilai, pembangunan infrastruktur desa seharusnya menjadi prioritas utama sesuai dengan visi yang disampaikan saat kampanye.
“Kami menagih janji Pak Bupati. Katanya mau membangun desa, tapi jalan utama kami sudah rusak bertahun-tahun tidak kunjung diperbaiki. Tolong Pak, jangan biarkan desa kami terisolasi karena jalan yang rusak,” tegas warga lainnya.
Desakan kepada Pemerintah Daerah
Masyarakat sangat berharap Pemerintah Desa, Kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten Jombang segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan tersebut. Selain untuk keamanan, perbaikan jalan Sukurejo-Mojowarno dianggap krusial untuk memperlancar roda ekonomi masyarakat yang bergantung pada akses jalan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, warga masih menunggu respon nyata dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang serta pihak terkait untuk melakukan survei lokasi dan langkah perbaikan darurat maupun permanen.















