UNIK!! Acara Giring Kambing Qurban 2024 di Kalitutup Kabupaten Gresik Dihadiri Ribuan Masyarakat

Sebagian warga memiliki tradisi unik dan tradisi ini baru berjalan sekitar 5 kali yang dilakukan pada saat H+1 Idul Adha di kompleks Kalitutup Kecamatan Gresik. Para warga masyarakat sekitar mempopulerkan sebuah kegiatan bertajuk Culture And Traditions Eid Adha Kalitutup dengan rangkaian inti Arakan Kurban atau Kontes Kambing pukul 15.00 WIB, Ahad/ Minggu (17/6/2024).

Pada perhelatan acara tersebut para warga berkumpul menyaksikan hewan kurban (khususnya kambing) yang telah dihias rapi, untuk kemudian diarak bersama-sama
mengelilingi kampung di kawasan perkotaan.

Mereka berjalan sejauh kurang lebih 2 km dengan rute Kelurahan Sukodono menuju Desa Kemuteran dan berhenti finish di Langgar Maghfur Kalitutup, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik Jawa Timur.

Acara begitu meriah dalam rangka menyambut hari besar islam tersebut dan menghadirkan berbagai jenis kambing yang sudah dihias rapi.

Ketua Pelaksana Arakan Kurban, Muhammad Nuruddin (25) mengungkapkan bahwa tradisi ini diadakan sejak tahun 2020 yakni ketika dilanda pandemi covid.

“Awal adanya Culture and Traditions Eid Adha Kalitutup Gresik yakni pada tahun 2020. Di tahun itu dari keisengan bersama teman kampung yang ingin mengarak hewan qurban sebelum disembelih dari Desa Sukodono ke Desa Kemuteran dan finish di Langgar Maghfur Kalitutup Gresik. Awalnya ada 10 hewan yang diarak menuju ke mushola, dan pada akhirnya kita membuat acara di tahun 2022 dengan membuat baju urunan dan tidak mengira sampai seramai itu, dan akhirnya acara itu berjalan sampai tahun ini,” ungkapnya.

Ada berbagai jenis kambing yang dihias dalam giat akbar Parade Kurban ini, mulai dari peranakan etawa, boer, kacang, dan gibas.

“Tujuannya sendiri untuk meningkatkan minat dan semangat masyarakat untuk berqurban,” tuturnya.

Masyarakat secara terbuka bisa ikut serta mengikuti parade besar arak-arakan kambing. Tak hanya diminati para remaja dan orang dewasa, anak-anak pun
dibuat terkesan dengan tradisi baru dan langka tersebut.

Terkait adanya Arakan Kurban ini, Ali Murtadho, S.Pd selaku pengurus bidang Litbang Dewan Kebudayaan Gresik menyampaikan pandangannya.

“Tradisi semacam ini sebenarnya umum kita jumpai di desa-desa, meskipun dalam skala kegiatan yang tidak semarak. Misalnya dengan memandikan hewan qurban, lalu dibuatkan kalung dari bunga-bunga yang beraneka jenis. Lalu diberi wewangian dan diantarkan dengan berjalan kaki oleh empunya dan diikuti oleh tetangga sekitar rumahnya. Konon, tradisi seperti ini bisa membuat pemilik hewan qurban merasa bahagia dan ikhlas untuk mengantarkan ke tempat penyembelihan,” ujarnya.

Lelaki yang berlatar belakang pendidikan guru sejarah di SMKN 1 Kebomas itu juga berharap agar kegiatan ini dapat menjadi sarana peningkatan budaya di Kabupaten Gresik.

“Nah, yang dilakukan warga Kalitutup ini menjadi sebuah tradisi yang sangat baik agar ritual memuliakan hewan qurban bisa menjadi tradisi yang akan dilakukan secara turun temurun, sekaligus menjadi Syi’ar agama dan Syi’ar untuk berqurban di tahun berikutnya,” pungkasnya.

Penulis: SULAIMANEditor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *