Tekan Lonjakan Harga dan Ketergantungan Pasokan, Pemkab Paniai Salurkan Bantuan Bibit Bawang dan Pupuk

PANIAI — Pemerintah Kabupaten Paniai melalui Dinas Ketahanan Pangan menyalurkan bantuan bibit bawang merah, bawang putih, serta pupuk anorganik Urea kepada kelompok tani lokal. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan petani di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Jalan Pros Madi, Paniai, Papua Tengah, Jumat (28/8/2026).

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk intervensi pemerintah daerah guna memperkuat ketahanan pangan lokal, menekan ketergantungan pasokan komoditas dari luar daerah, serta menstabilkan harga bahan pokok yang terus memuncak.

Bantu Petani Mandiri dan Kurangi Impor Komoditas Luar Daerah

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Paniai, Petrus Pigome, S.Sos., menjelaskan bahwa selama ini Paniai sangat bergantung pada pasokan sayuran dari luar wilayah seperti Surabaya dan Manado, yang mengakibatkan tingginya harga jual di tingkat konsumen.

Melalui pembagian bibit ini, masyarakat didorong untuk langsung mengolah lahan pertanian agar mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

“Selama ini pasokan sayuran didatangkan dari luar daerah sehingga sampai di konsumen harganya mahal sekali. Jika masyarakat menanam dan mengolah bawang merah serta putih dengan baik, maka lonjakan harga dengan sendirinya akan turun. Hasilnya bisa untuk konsumsi keluarga, dijual untuk meningkatkan ekonomi, hingga membiayai pendidikan anak,” ujar Petrus Pigome.

Ia menambahkan, pihak dinas akan menerjunkan tim untuk melakukan pendataan serta pengawasan berkala ke lapangan guna memastikan perkembangan hasil panen petani sebelum dilaporkan langsung kepada Bupati Paniai.

Pemkab Tegaskan Bibit Bantuan Wajib Ditanam, Bukan Dijual

Mewakili Bupati Paniai, Asisten III Setda Kabupaten Paniai, Agnes Erniati, S.E., menegaskan agar bantuan bibit dan pupuk yang diserahkan benar-benar dimanfaatkan untuk bercocok tanam dan tidak diperjualbelikan kembali di pasar.

Pemerintah optimistis budidaya komoditas bawang merah dan putih di tanah Paniai dapat meraih sukses sebagaimana komoditas sayuran kol, kentang, dan wortel yang sebelumnya telah berhasil dikembangkan oleh masyarakat setempat.

“Kami minta bibit ini pulang langsung ditanam dan dirawat dengan baik. Jangan sampai bantuan ini justru dijual lagi di pasar. Kita ingin Paniai mandiri, tidak perlu lagi bergantung pada pasokan luar, tetapi kita mampu memproduksi bawang merah dan putih sendiri,” tegas Agnes.

Melalui sinergi penyaluran sarana produksi pertanian ini, Pemkab Paniai berharap stabilitas harga kebutuhan pokok dapat terjaga serta tingkat kesejahteraan petani di 24 distrik dapat meningkat secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *