Sidang Pleno II Muktamar ke-35 NU: PBNU Sampaikan LPJ di Hadapan Ratusan Peserta

JOMBANG — Agenda krusial Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) berlanjut ke Sidang Pleno II dengan agenda utama Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah berjalan.

Sidang yang dipimpin oleh H.M. Tajuddin Malik, S.Pd.I., M.Ag. tersebut semula dijadwalkan mulai pukul 13.30 WIB. Namun, lantaran sebagian peserta masih memadati area luar forum, persidangan baru resmi dibuka pukul 13.36 WIB setelah memenuhi kuorum dengan kehadiran 369 peserta dari total 570 utusan yang terdaftar.

Suasana Khidmah dan Pembatasan Media

Suasana persidangan berlangsung hening dan khidmat saat pengurus PBNU memaparkan capaian program, laporan keuangan, serta evaluasi organisasi. Guna menjaga ketertiban dan kekhusyukan jalannya sidang, panitia memberlakukan aturan bergantian bagi awak media, di mana hanya 5 jurnalis yang diizinkan mengambil dokumentasi visual secara bergantian di dalam ruangan.

Dinamika Peserta: Harapan Pemimpin Konsolidatif dan Rekam Jejak Kuat

Di sela-sela persiapan sidang pleno, dinamika aspirasi peserta muktamar dari berbagai daerah kian menguat. Salah seorang utusan asal Jawa Tengah yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kriteria sosok Ketua Umum PBNU yang diharapkan memimpin jam’iyah ke depan.

“Kami berharap pemimpin yang memiliki kemampuan konsolidasi kuat, baik di tingkat kepengurusan maupun jamaah. Pemaparan gagasan, ide, serta rekam jejak (track record) menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peta dukungan dari setiap PWNU dan PCNU sangat beragam. Sebagian daerah masih menghendaki keberlanjutan kepemimpinan petahana, sementara sebagian lainnya mendorong adanya penyegaran figur kepemimpinan baru. Aspirasi warga Nahdliyin di tingkat akar rumput diharapkan menjadi pertimbangan moral tertinggi bagi para pemilik suara dalam menentukan arah PBNU ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *