Sasar Panti Asuhan hingga PKK, GNB DPW Jatim Masifkan Sosialisasi P4GN Jelang Ramadhan

SURABAYA — Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Nasional Bakti (GNB) Jawa Timur terus bergerak masif dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, GNB Jatim memaksimalkan sosialisasi di dua komunitas strategis di Surabaya dan Sidoarjo.

Langkah ini diambil untuk membentengi ketahanan keluarga dari ancaman bahaya narkoba yang kian mengkhawatirkan.

Jumat Berkah di Panti Anak Sabilillah

Kegiatan diawali pada Jumat (13/2/2026) di Panti Anak Sabilillah, Jl. Medokan Asri Timur, Surabaya. Sambil melaksanakan rutinitas “Jumat Berkah”, tim GNB Jatim memberikan edukasi dini kepada anak-anak panti mengenai bahaya laten narkotika. Pendekatan yang dilakukan lebih bersifat persuasif dan motivasional agar anak-anak memiliki tekad kuat untuk menjauhi barang haram tersebut sejak usia dini.

Ajang Curhat dan Konsultasi Ibu-ibu PKK di Sidoarjo

Sosialisasi berlanjut pada Minggu (15/2/2026) di hadapan komunitas ibu-ibu PKK Perumahan Metro Mansion, Sepande, Sidoarjo. Suasana sosialisasi berlangsung sangat dinamis dan emosional. Menariknya, sesi tanya jawab berubah menjadi ajang konsultasi dan curahan hati (curhat) para ibu.

Beberapa warga mengaku memiliki kerabat atau anggota keluarga yang terjerat menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Mereka memanfaatkan kehadiran narasumber GNB Jatim untuk berkonsultasi mengenai aspek hukum serta mekanisme rehabilitasi bagi anggota keluarga yang terdampak.

Ibu Sebagai Garda Terdepan Identifikasi Narkoba

GNB DPW Jatim menekankan bahwa peran ibu sangat krusial karena merupakan pihak yang paling intens berkomunikasi dengan anggota keluarga. Ke depan, GNB berkomitmen untuk memperdalam materi sosialisasi khusus untuk kaum ibu, meliputi:

  • Identifikasi Masalah: Memberikan pengetahuan cara mengenali perubahan perilaku anggota keluarga.

  • Ciri-ciri Fisik & Psikologis: Mengenalkan ciri anak yang terpapar narkoba.

  • Metode Investigasi Edukatif: Mengajarkan cara menginvestigasi anak yang dicurigai tanpa kesan menyalahkan atau mengucilkan, melainkan dengan pendekatan yang menyadarkan.

“Ibu adalah pendeteksi pertama di rumah. Kita harus membekali mereka dengan pengetahuan yang cukup agar mereka tahu apa yang harus dilakukan secara hukum maupun medis (rehabilitasi) jika ada anggota keluarga yang terindikasi memakai narkoba,” tulis pernyataan GNB Jatim dalam rilisnya, Senin (16/2/2026).

Melalui gerakan ini, GNB DPW Jatim berharap semangat Ramadhan nanti benar-benar menjadi momentum penyucian diri yang bersih dari pengaruh narkotika di seluruh lapisan masyarakat Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *