Rayakan Natal di GKJW Surabaya, Siswa SMP Kristen YBPK 1 Diajak Jadi ‘Influencer’ Kebaikan

SURABAYA — Semangat sukacita menyelimuti keluarga besar SMP Kristen YBPK 1 Surabaya saat menggelar perayaan Natal di Gedung Gereja GKJW Surabaya, Jumat (9/1/2026). Sebanyak 130 siswa bersama jajaran guru dan karyawan mengikuti ibadah yang berlangsung khidmat mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Acara ini menjadi momentum refleksi diri bagi para siswa untuk memulai tahun yang baru dengan karakter yang lebih baik.

Pesan Natal: Belajar dari Gembala, Sang ‘Influencer’ Pertama

Renungan Natal disampaikan oleh Pdt. Ubin Maulana yang mengambil referensi dari Injil Lukas 2:15-20. Dalam khotbahnya, ia mengajak para siswa menghayati arti kedatangan Tuhan Yesus melalui sosok gembala. Pdt. Ubin menyebut gembala adalah influencer pertama yang menyebarkan berita sukacita.

Ia mendorong siswa untuk menerapkan hal tersebut dalam kehidupan sekolah, seperti berani memperingatkan teman yang berbuat tidak baik (menyontek) dan belajar berempati.

“Natal bukan soal seberapa bagus kado yang kita terima, tapi seberapa besar kita menempatkan Tuhan Yesus dalam kehidupan kita. Tuhan mau unboxing hati kalian, mengambil kebencian dan rasa malas, lalu menggantinya dengan hati yang penuh kasih, semangat, dan optimisme,” pesan Pdt. Ubin.

Kepala Sekolah: Stop Perundungan, Fokus Prestasi

Kepala SMP Kristen YBPK 1 Surabaya, Erwin Darmogo, S.Pd., MM, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada panitia atas suksesnya acara tersebut. Ia menekankan bahwa Natal harus membawa perubahan karakter yang nyata bagi siswa.

“Semua siswa dari kelas 7 hingga 9 adalah keluarga. Kita harus rukun, saling menolong, dan tidak boleh ada lagi perundungan (bullying). Kita harus memajukan sekolah ini agar menjadi berkat, sekolah yang berprestasi, dan memuliakan nama Tuhan,” tegas Erwin.

Kreativitas Siswa Warnai Perayaan

Selain ibadah, perayaan Natal juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dari kreativitas murid-murid. Mulai dari tarian, gerak dan lagu, hingga drama singkat bertajuk “Buah Pengetahuan Baik dan Jahat serta Buah Roh”.

Seluruh sajian seni tersebut dibawakan secara apik oleh perwakilan kelas 7, 8, dan 9, yang menambah kemeriahan sekaligus makna mendalam bagi seluruh hadirin yang memenuhi gedung gereja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *