Desa Sambiki adalah salah satu desa yang terletak di bagian utara Pulau Obi Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara.
Sejak tahun 1970-an sampai sekarang masyarakat di desa ini terkenal di bidang pertanian khususnya tanaman cengkeh atau rempah serta dalam proses penanaman pemeliharaan dan perawatan juga sangat dikenal di daerah ini.
Cengkeh dalam bahasa ilmiah Syzygium Aromaticum merupakan tanaman asli Indonesia khususnya di Maluku Utara dan buahnya dari tanaman ini banyak digunakan sebagai bahan bumbu masakan pedas di negara Eropa dan juga sebagai bahan utama rokok kretek khas Indonesia.
Daerah Maluku Utara umumnya cengkeh memiliki panen yang bervariasi di setiap musim pemetik. Dari beberapa desa di Pulau Obi termasuk salah satunya adalah Desa Sambiki sebagai penghasil cengkeh terbesar di Maluku Utara. Terbukti semenjak koperasi tani KUD Sinar Usaha Mandiri Desa Sambiki yang masih aktif waktu itu beroperasi di bidang pertanian khususnya hasil panen tanaman buah cengkeh.
Pada tahun 1990- an KUD Sinar Usaha Mandiri Desa Sambiki tercatat sebagai produksi hasil panen tanaman cengkeh terbesar di Maluku Utara. Selain itu juga ada KUD Waniance Desa Madapolo Obi menempati urutan kedua dari produksi hasil panen tanaman cengkeh.
Saat konfirmasi dengan salah seorang petani cengkeh Desa Sambiki tanggal 4 Juli 2024 Bapak Suleman Asis mengatakan bahwa cengkeh di tahun 2024 buahnya cukup banyak tetapi masih muda atau belum matang dan belum bisa dipanen namun harganya belum diketahui berapa perkilogramnya.
Wilayah perkebunan di desa ini mencapai ribuan hektar. Secara geografis wilayah pertanian ini beriklim tropis, lembab dan subtropis dengan curah hujan yang seimbang pertahun dan iklim di daerah ini sangat pas untuk bercocok tanam khususnya tanaman cengkeh.
Tanaman cengkeh dapat ditanam di daerah yang jauh dari laut dan memiliki ketinggian serta lahan yang sesuai untuk perkebunan berupa lereng perbukitan dengan drainase yang baik.
Masyarakat di Desa Sambiki pada umumnya adalah petani cengkeh pala dan kelapa tapi sebagian besar atau 9, 9 persen bergerak di bidang pertanian khususnya tanaman cengkeh. Tumbuhan ini adalah flora identitas Provinsi Maluku Utara.















