MUBA — Semangat “Bangun Desa, Bangun Indonesia” menggema di halaman Kantor Camat Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (15/1/2026). Upacara peringatan Hari Desa Nasional 2026 tersebut dipimpin langsung oleh Camat Bayung Lencir, Zukar, S.K.M., M.Si., dan dihadiri oleh jajaran Forkopimca, kepala desa, serta perangkat desa se-Kecamatan Bayung Lencir.
Dalam amanatnya, Zukar menekankan bahwa desa bukan sekadar wilayah administratif, melainkan fondasi utama kemajuan bangsa. “Jika desanya baik, insyaallah pusatnya juga baik,” tegasnya.
4 Pilar Utama Pembangunan Desa
Guna mewujudkan visi pembangunan yang berkelanjutan, Camat Zukar memaparkan empat poin strategis yang harus menjadi pedoman bagi seluruh kepala desa dan perangkatnya:
-
Pemberdayaan Masyarakat: Mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal untuk meningkatkan taraf ekonomi warga sesuai visi pemerintah pusat dan daerah.
-
Infrastruktur dan Perawatan: Pembangunan jalan, gedung, hingga lampu jalan harus dibarengi dengan manajemen perawatan yang baik agar manfaatnya dirasakan jangka panjang.
-
Pelestarian Budaya: Menjaga keragaman suku (Minang, Batak, Jawa, dll) sebagai kekayaan identitas yang membuat warga nyaman dan bangga akan lingkungan mereka.
-
Sinergitas Lintas Sektor: Membangun kerja sama yang solid dengan dunia usaha, perusahaan, dan program pemerintah pusat agar pembangunan desa tidak berjalan sendiri-sendiri.
Layanan Kesehatan dan Edukasi Jaminan Sosial
Momentum Hari Desa Nasional ini tidak hanya diisi dengan upacara, tetapi juga aksi nyata berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh perangkat kecamatan dan desa. Layanan ini merupakan hasil kolaborasi RSUD Bayung Lencir bersama Puskesmas Sukajaya dan Puskesmas Bayung Lencir.
Selain itu, Direktur RSUD Bayung Lencir memberikan edukasi mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial. Camat Zukar menegaskan pentingnya perangkat desa memahami perbedaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
“Perangkat desa harus menjadi ujung tombak informasi. Mereka harus paham hak-hak jaminan sosial agar bisa memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat di pelosok,” tutup Zukar.












